ADVERTISEMENT

Rhoma Irama Ajak 'Darah Muda' Berinvestasi

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 22:06 WIB
bibit
Foto: bibit
Jakarta -

Legenda Raja Dangdut Indonesia Rhoma Irama terkenal dengan karya musiknya yang tak lekang oleh waktu. Deretan lagu lawasnya bahkan hingga kini masih kerap didengarkan oleh orang-orang dari berbagai kalangan dan generasi.

Sebut saja 'Darah Muda', lagu yang dirilis sejak tahun 1975 ini pernah booming pada masanya karena menjadi soundtrack pada sebuah film. Lagu ini pun kini dinilai mewakili suara generasi milenial yang gemar investasi.

Lead PR & Communication Bibit.id William menyebut Sang Satria Bergitar Rhoma Irama paham betul bagaimana generasi saat ini berpikir, berkompromi dengan idealismenya dan mengambil tindakan seperti tercermin pada lirik lagu Darah Muda.

Darah muda darahnya para remaja.
Yang selalu merasa gagah.
Tak pernah mau mengalah.
Masa muda masa yang berapi-api.

Untuk lebih jelasnya berikut makna lagu lama Darah Muda Rhoma Irama versi Perusahaan Teknologi Finansial Bibit.

Darah muda. Semangat yang antikendor dari generasi milenial, yang katanya digital native, sudah tech-savvy, dan gak suka ribet.

Yang selalu merasa gagah. Merasa tahu banyak hal, apalagi dengan kehadiran search engine yang membuka cakrawala dan membuat dunia ini tidak lagi bulat, namun datar. The World is Flat, seperti ditulis Thomas L. Friedman, sang Pemenang Pulitzer.

Tak pernah mau mengalah. Apalagi mengalah dengan keterbatasan. Menabung hari ini, bersenang-senang esok. Berinvestasi sekarang, pensiun sebelum usia 40 tahun kelak.

Masa muda yang berapi-api. Penuh ide, penuh inspirasi, dan penuh impian besar. Bibit disebut ada untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk punya masa depan keuangan yang lebih baik.

Rhoma Irama juga dinilai paham betul karakter generasi ini, bahkan sejak 44 tahun lalu saat lagunya diluncurkan. Ia sudah bicara soal sifat-sifat kaum milenial sebelum istilah ini populer beberapa tahun belakangan.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Namun, layaknya Bibit, Rhoma Irama juga paham bahwa darah muda yang konon katanya mudah mendidih dan suka acuh tak acuh juga perlu merencanakan masa depannya sejak dini.

Wahai kawan para remaja.
Waspadalah dalam melangkah.
Agar tidak menyesal akhirnya.

Di bagian lagu berikutnya, Rhoma Irama disebut mengajak pemuda-pemudi untuk waspada dalam melangkah. Waspada jangan sampai terlena dan terjebak gelora masa muda hingga lupa berinvestasi. Waspada jangan sampai hanya hidup untuk hari ini dan lupa kalau masa depan juga masih ada. Waspada juga pada investasi bodong yang memberi janji surga.

Hal ini, kata Bibit tidak diragukan lagi, apa yang Bang Haji nyanyikan sejak tahun 1977 adalah masalah yang ingin Bibit selesaikan lewat kehadiran dan layanannya pada masyarakat Indonesia.

Dalam babak kehidupan berikutnya, Rhoma Irama menegaskan status legendanya di blantika musik Tanah Air serta perfilman nasional, dalam berbagai kesempatan, beliau meniti jalan dakwah. Dakwah yang sederhana namun mengena. Dakwah yang populer dan selalu ramai dihadiri massa. Dakwah yang harus diakui membawa banyak orang kembali hidup sesuai agama.

Dan di titik inilah investasi syariah yang bebas riba hadir di tengah-tengah masyarakat. Investasi syariah disebut memberi damai dalam diri, memberi lebih dari apa yang pernah terpikirkan dengan menghadirkan produk-produk reksa dana Syariah di dalam aplikasi Bibit.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT