Setelah Ramai 'Dibuang' Investor, Bitcoin Kini Berbalik Arah

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 29 Nov 2021 21:45 WIB
El Salvadors President Nayib Bukele participates in the closing ceremony of a congress for cryptocurrency investors in Santa Maria Mizata, El Salvador, Saturday, Nov. 20, 2021. Bukele announced during the rock concert-like atmosphere at the gathering that his government will build an oceanside Bitcoin City at the base of a volcano. (AP Photo/Salvador Melendez)
Foto: AP Photo/Salvador Melendez
Jakarta -

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya mengawali minggu ini dengan kenaikan. Pekan lalu aset kripto mengalami penurunan karena ramainya aksi jual.

Melansir CNBC, Senin (20/11/2021) harga bitcoin melonjak kembali di atas US$ 57.000, teparnya US$ 57.373, menurut data Coin Metrics.

Aset digital lainnya juga mengalami kenaikan, misalnya ethereum yang melonjak lebih dari 5% menjadi US$ 4.321 dan XRP naik lebih dari 4% sekitar 97 sen.

Vijay Ayyar, kepala Asia Pasifik di bursa cryptocurrency Luno, mengatakan kenaikan harga aset kripto salah satunay didorong oleh laporan tentang varian baru Covid-19, omicron yang kabarnya gejalannya lebih lemah dibanding varian sebelumnya.

"Kami melihat berita tentang varian yang berpotensi lebih lemah dalam hal gejala dalam analisis awal, yang telah mendorong kembalinya pasar. Oleh karena itu, investor cerdas mungkin telah melakukan aksi beli setelah pasar mengalami penurunan," tuturnya.

Bitcoin minggu lalu merosot hingga level US$ 53.549, level terendah sejak awal Oktober. Penurunan itu terjadi di tengah ramainya aksi jual pada pasar saham dan aset berisiko lainnya di balik kekhawatiran atas varian virus corona baru.

Mata uang digital terbesar di dunia turun lebih dari 20% dari level tertinggi sepanjang masa yang sudah tercapai yakni hampir US$ 69.000.

(das/dna)