Menarik, Ini Tips Pilih Investasi Aset Kripto Selain Bitcoin

Nada Zeitalini Arani - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 16:31 WIB
Bangkok, Thailand - 1 July 2021: Cryptocurrency on Binance trading app, Bitcoin BTC with altcoin digital coin crypto currency, BNB, Ethereum, Dogecoin, Cardano, defi p2p decentralized fintech market
Foto: iStockphoto
Jakarta -

Macam-macam aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan sejenisnya yang sedang populer kini menjadi minat para investor kripto. Tercatat hingga bulan November 2021, sudah ada lebih dari 10.000 jenis aset kripto yang beredar.

Beberapa jenis aset kripto yang disebutkan di atas hanyalah sebagian dari beragam jenis lainnya. Melakukan investasi pada lebih dari satu jenis kripto merupakan strategi untuk mengamankan aset. Selain itu juga bisa menjadi upaya mitigasi risiko apabila salah satu aset kripto yang Anda miliki sedang tidak dalam performa baik.

Dalam memilih jenis aset kripto, tentu saja Anda sebaiknya tidak asal. Terlebih memilih hanya karena alasan sedang populer. Untuk berinvestasi kripto selain Bitcoin Anda mungkin butuh beberapa tips.

Berikut adalah beberapa poin penting yang bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih aset kripto:

1. Pertimbangkan Reputasi Koin Aset Kripto

Tips pertama yang bisa kamu pahami adalah mempertimbangkan reputasi koin aset kripto terlebih dahulu. Pilihlah yang punya reputasi baik, misalnya dengan mempertimbangkan tingginya tingkat adopsi atau penggunaan sebuah koin aset kripto, hingga opini tokoh publik maupun forum pengguna kripto bisa jadi indikasi apakah koin tersebut memiliki reputasi baik.

Contoh yang bisa diambil yaitu jenis Bitcoin dan Ethereum yang telah banyak digunakan untuk transaksi jual-beli barang atau jasa secara online. Kemudian juga ketika diva kelas dunia, Mariah Carey, ikut memberi dukungan pada investasi aset kripto.

Sebelum memutuskan membeli aset kripto, Anda mungkin perlu meriset terlebih dahulu reputasinya. Berikut ini beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan sebagai check-list aset kripto pribadi Anda:

1. Apa/siapa/darimana sumber dan asalnya? Semuanya dapat Anda cari di Google.

2. Apakah koin tersebut terkenal di komunitas kripto?

3. Apakah koin tersebut tersedia di platform exchange atau aplikasi yang terdaftar di Bappebti?

4. Apakah koin tersebut legal di Indonesia?

2. Pengembangan Teknologi Aset Kripto

Fitur atau teknologi suatu aset kripto harus bisa digunakan di banyak platform, agar tingkat adopsinya makin tinggi, dan nilainya ikut naik. Contohnya, Ethereum yang memiliki teknologi smart contract, sehingga memungkinkan Ethereum untuk berfungsi lebih dari sekadar alat jual-beli saja.

Jika Anda memiliki pengetahuan teknis yang cukup dalam tentang kripto, Anda bisa mempelajari roadmap atau rencana pengembangan teknologi suatu kripto. Biasanya, informasi tersebut tersedia dalam whitepaper atau dokumen yang berisi informasi teknis tentang suatu aset kripto. Anda juga bisa mencari informasi tersebut lewat komunitas ataupun berita terbaru tentang kripto.

Selain dari sumber-sumber tersebut, Anda juga bisa melihat rekam jejak tim yang menciptakan aset kripto tersebut. Tim dengan pengalaman yang mumpuni di bidang teknologi kripto atau blockchain, atau mungkin investasi, akan lebih bisa dipercaya.

3. Harga & Ketersediaan Aset Kripto

Langkah atau tips selanjutnya adalah harga dan ketersediaan aset kripto tersebut. Sebuah aset kripto biasanya hanya tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga suatu hari nanti bisa habis dan tidak bisa "ditambang" lagi. Contohnya Bitcoin, yang "hanya" tersedia sebanyak 21 juta koin. Hingga November 2021, tercatat sudah ada 18 juta koin yang diperedarkan dan tersedia untuk bertransaksi.

Jumlah kripto yang terbatas ini ternyata turut mempengaruhi nilainya. Sebab, berdasarkan prinsip dasar ekonomi, semakin terbatas suplai atau ketersediaan produk maka nilainya pun akan semakin tinggi.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pergerakan harga aset kripto. Pada dasarnya, kripto memang memiliki pergerakan harga yang volatil. Tapi, apakah harganya lebih banyak naiknya, atau justru lebih sering turun? Maka dari itu, Anda sebaiknya memilih kripto yang menunjukkan performa baik secara pergerakan harga.

Selain memilih aset kripto yang tepat, jangan sampai lupa untuk memilih platform investasi kripto yang terpercaya. Salah satunya adalah, Luno Indonesia. Melalui aplikasi Luno, Anda dapat membeli aset kripto mulai dari Rp 25 ribu. Luno Indonesia juga memberikan akses kepada Anda dalam mendapatkan aset kripto secara instan tanpa biaya tersembunyi dengan biaya rendah, yakni 0.75% saja.

Selain itu dengan aplikasi ini, Anda bisa memilih pembayaran yang beragam. Anda juga bisa melakukan top-up saldo dan penarikan dana dengan mudah dan cepat. Saat ini Luno Indonesia tengah mengadakan program "Invest Kripto" dimana Anda berkesempatan untuk mendapatkan bonus hingga Rp 1 juta setiap minggu. Yuk, mulai investasi aset kripto Anda sekarang!

(ads/ads)