Wamendag Luruskan Heboh Token Kripto Anang ASIX Dilarang Bappebti

ADVERTISEMENT

Wamendag Luruskan Heboh Token Kripto Anang ASIX Dilarang Bappebti

Sylke Febrina Laucereno, Iffa Naila Safira - detikFinance
Kamis, 10 Feb 2022 21:45 WIB
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengunjungi Resto GIOI Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2021). Selain memantau penerapan protokol kesehatan ia juga berdiskusi dengan sejumlah pengusaha restoran.
Wamendag Jerry Sambuaga (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Token kripto ASIX besutan Anang Hermansyah bikin geger seharian ini setelah disenggol Bappebti lantaran belum berizin di tanah air.

Bappebti lewat akun twitter resminya menyampaikan, ASIX Token jadi aset digital yang tidak bisa diperdagangkan karena belum ada izin untuk ASIX Token di Indonesia.

Merespon geger informasi mengenai keberadaan token ASIX, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mencoba meluruskan informasi tersebut.

Menurutnya, saat ini ASIX token memang baru bisa diperdagangkan lewat platform jual beli token yang ada di luar negeri. Pun perdagangannya tidak menggunakan mata uang rupiah.

"Sekarang apa yang lagi heboh ini, di media sudah beritakan yang mereka lakukan di platform luar kan di pancakeswap ya, platform global blockchain. Itu kan sama sekali tidak ada jual beli dalam bentuk rupiah mata uang rupiah," tuturnya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/2/2022).

Ia melanjutkan, tak ada yang salah dengan aktivitas perdagangan tersebut. Justru, apa yang dilakukan Anang dan timnya, menurut Jerry, merupakan prosedur yang harus ditempuh untuk mendapat izin Bappebti agar bisa diperdagangkan di platform di dalam negeri.

Dalam salah satu aturannya, lanjut Jerry, Bappebti mensyaratkan, sebuah token kripto bisa diperdagangkan di platform di dalam negeri hanya bila sudah menduduki peringkat 500 terbesar dunia secara kapitalisasi pasar.

Dengan kata lain, token tersebut memang harus diperdagangkan dulu di luar negeri sebelum bisa diperdagangkan di dalam negeri.

"Sesuai dengan peraturan Bappebti (Perba) 7 2020 tentang daftar aset kripto yang dieprdagangkan. Di situ kan dibilang salah satunya yang menjadi butir yang peraturan disebut bahwa dalam perdagangan fisik aset kripto yang diperdagangkan masuk 500 besar kapitaliasai pasar itu," beber dia.

Teakhir, dia kembali menegaskan bahwa proses yang dilalui Anang dan tim ASIX sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

"Justru ini jadi salah satu syarat dalam satu proses perizinan dan pendaftaran token yang terdaftar di Bappebti itu. Apa yang dilakukan mas Anang dan Timnya ya. Ini sudah di jalur yang benar," tandas dia.

Simak Video 'Kata Anang Hermansyah Soal Token ASIX Dilarang Bappebti':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT