Starbucks Mau Bikin NFT, Target Mulai Rilis Akhir Tahun

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2022 16:30 WIB
Samut Sakhon , Thailand - July 20, 2016 : Starbucks drive through shop beside road in local of Thailand. Starbucks is leader of premium coffee brand in Thailand, expand branches widely and rapidly.
Foto: Getty Images/banjongseal324
Jakarta -

CEO Starbucks Howard Schultz memberikan sinyal akan terjun ke bisnis Non-Fungible Token aliad NFT. Belakangan NFT tengah banyak dimanfaatkan oleh instansi maupun individu sebagai cara baru mengisi pundi-pundi keuangan mereka.

Kabar tersebut mulanya muncul dalam sebuah cuplikan video yang dibagikan seorang reporter dan produser untuk outlet berita progresif A More Perfect Union, Jordan Zakarin, lewat twitter.

Dalam video itu tampak Schultz yang bertanya ke khalayak apakah ada di antara mereka yang mengikuti perkembangan dan sekaligus berinvestasi di NFT?

Schultz lantas mengatakan, dari sekian banyak orang yang sudah nyemplung ke bisnis NFT, tak banyak dari mereka yang merupakan native digital alias orang yang benar-benar berkecimpun di industri digital.

Melihat fakta itu, menurutnya ada peluang Starbucks terjun ke industri tersebut. Terlebih, ia mengklaim Starbuck punya keunggulan berupa kekayaan intelektual yang melimpah yang sangat potensial untuk dimasukkan ke dalam NFT.

"Jika Anda melihat perusahaan, merek, selebritas, influencer, yang mencoba membuat platform dan bisnis NFT digital, saya tidak dapat menemukan salah satu dari mereka yang memiliki harta karun aset yang dimiliki Starbucks mulai dari koleksi hingga seluruh warisan perusahaan," kata Schultz dalam video tersebut seperti dikutip dari Vice, Rabu (6/4/2022).

Dengan modal tersebut, Schultz sangat percaya diri perusahaannya akan serius terjun ke bisnis NFT selambat-lambatnya akhir tahun ini.

"Jadi, inilah rahasianya. Suatu saat sebelum akhir tahun kalender ini, kita akan berada di bisnis NFT," tegas Schultz.

Dalam rilis berita resmi soal penjelasan mengenai pernyataan Schultz, Starbucks menegaskan NFT memang ada di peta jalan perusahaan. Sayangnya, perusahaan tidak memberikan penjelasan lebih rinci soal hal tersebut.

Pernyataan Schultz tentang NFT datang dalam sebuah pidato yang juga ditujukan pada upaya 'serangan' serikat pekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di AS.

"Saya ingin membicarakan sesuatu yang cukup serius. Kita tidak dapat mengabaikan apa yang terjadi di negara ini, berkaitan dengan perusahaan-perusahaan di seluruh negeri yang diserang dengan berbagai cara oleh ancaman serikat pekerja," kata Schultz dalam klip yang dibagikan oleh A More Perfect Union.

Simak juga video '101 NFT, Cara Membuat dan Menjualnya':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)