5 Tips Mudah Aplikasikan Manajemen Risiko dalam Trading

Sponsored - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2022 08:02 WIB
Valbury
Foto: Valbury
Jakarta -

Dalam dunia trading, tak sedikit trader yang masih merasa kesulitan dalam menerapkan pengelolaan manajemen risiko dan modal. Rumitnya metode yang ditawarkan hingga cakupan pembahasan yang terlalu luas disebut sebagai alasan utamanya.

Manajemen risiko adalah hal terpenting yang perlu dilakukan agar aktivitas trading berjalan sukses. Berikut adalah tips mudah mengaplikasikan manajemen risiko trading, baik itu dalam trading forex, komoditas, maupun indeks.

1. Tentukan Risiko Maksimum dan Modal Awal

Sering kali ditemukan kasus di mana seorang trader yang memiliki strategi trading yang baik, namun transaksi yang dilakukannya justru merugi. Biasanya hal ini terjadi apabila seorang trader memiliki pengelolaan uang yang buruk.

Ketika trading, penting untuk menentukan seberapa besar modal yang akan dikeluarkan dalam setiap kesempatan. Dalam pengelolaan risiko, trader pemula disarankan untuk menerapkan batas risiko maksimum tidak melebihi 2% dari total modal.

Misalnya, seorang trader pemula memulai trading dengan modal awal sebesar US$ 10.000, maka kerugian maksimum rata-rata per transaksi sebesar dua persen dari modalnya, yakni US$ 200. Dengan hitungan 1 lot per transaksi, maka itu berarti 20 poin pada instrumen forex, US$2 dalam produk emas (XAU) atau sekitar 40 poin pada indeks Nikkei.

Seorang trader dapat mengevaluasi sistem dan instrumen yang ingin diperdagangkan. Jika trader menemukan pasar atau sistem trading hanya akan bekerja baik dengan jumlah risiko atau stop loss yang lebih besar, maka sebaiknya meningkatkan modal awal yang didepositkan. Adapun formula yang dapat menentukan modal awal untuk deposit, yakni Modal awal = $ Stop Loss / Risiko Maksimum

Jika sistem trader bekerja lebih baik pada instrumen Euro dengan stop loss sebesar 40 poin atau US$ 400, maka sebaiknya menggunakan modal awal sebesar $400/2% = $20,000

Sementara itu, jika instrumen emas menghasilkan kinerja terbaiknya dengan stop loss sebesar US$ 5 atau US$ 500 (diperoleh dari US$ 5 x 100 troy ons), maka sebaiknya menggunakan modal awal sebagai deposit sebesar $500/2% = $25,000

2. Terapkan Risiko Maksimum Per Hari

Dengan menerapkan maksimum risiko sebagai maksimum kerugian per hari, berarti seorang trader hanya memperbolehkan satu kerugian yang terjadi dalam satu hari. Jika transaksi pertama menghasilkan keuntungan dan yang kedua menghasilkan kerugian senilai 2% dari keseluruhan ekuiti, maka sebaiknya berhenti pada transaksi kedua dan hanya akan melanjutkan trading pada keesokan harinya.

3. Satu Posisi dalam Satu Kesempatan

Satu posisi pada saat tertentu dalam trading dapat membuat trader mampu fokus pada fungsi pengelolaan risiko dan hanya akan membuka satu posisi baru setelah berhasil melikuidasi posisi pertama dengan keuntungan tertentu.

Demikian juga posisi untuk yang kedua kalinya, seorang trader hanya akan membuka posisi ketiga (pada instrumen apapun) jika telah berhasil mengantongi keuntungan riil dari posisi kedua dan seterusnya.

4. Tentukan Jumlah Transaksi (Lot/Lembar Saham)

Metode ini merupakan kombinasi dari manajemen risiko dan modal yang diaplikasikan berdasarkan potensi pergerakan harga. Artinya, jumlah lot yang digunakan dalam setiap transaksi dihitung berdasarkan level stop loss dan disesuaikan dengan risiko maksimum (2%). Melalui perhitungan ini maka trader dengan modal awal US$ 10,000 tadi hanya dapat mengambil posisi dengan kontrak reguler sebanyak 1 lot.

5. Hanya Ambil Posisi dengan Reward 2 Kali Lebih Tinggi dari Risiko

Tentunya peluang untuk masuk posisi sangat banyak terutama dengan banyak informasi yang sekarang tersebar melalui berbagai media. Sebaiknya, seorang trader hanya memilih peluang yang memiliki rasio risiko berbanding imbal hasil paling sedikit 1:2 dan memungkinkan jika lebih tinggi dari itu.

Tips manajemen risiko di atas dapat disesuaikan dengan preferensi dan kekuatan modal Anda. Dengan disiplin dan bertahan pada metode ini maka secara tidak langsung seorang trader telah berusaha untuk membentuk karakteristik disiplin pada aturan dan rencana trading dalam dirinya sendiri agar mencapai kesuksesan.

Valbury Asia Futures sebagai broker andalan trader di bawah pengawasan Bappebti berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya dengan memberikan edukasi secara rutin kepada nasabah, seperti menggelar webinar mingguan gratis, workshop setiap bulan, serta trading coaching yang dilakukan oleh profesional konsultan dari Valbury.

Saatnya mulai trading dengan broker resmi, terpercaya, dan berpengalaman hanya di Valbury Asia Futures.

(Content Promotion/Valbury)