ADVERTISEMENT

Sederet Aset Kripto Tumbang, The Next Terra Luna?

- detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 16:46 WIB
People pass their time at a cafe which has dozens of screens showing the latest trends and prices on various cryptocurrencies for their crypto investors customers in Nakhon Ratchasima, Thailand January 21, 2022. Picture taken January 21, 2022. REUTERS/Soe Zeya Tun
Foto: REUTERS/SOE ZEYA TUN
Jakarta -

Harga Bitcoin, ethereum, dan mata uang kripto lainnya terombang-ambing akibat runtuhnya stablecoin terraUSD (UST) dan luna. Bahkan, penurunan besar hampir 70% terjadi pada harga cryptocurrency dari pemberi pinjaman krypto, Celsius (CEL).

"Jika terlalu banyak orang yang muncul untuk menjual dan tidak cukup banyak orang yang datang untuk membeli, cel akan turun harganya. Pada penarikan terakhir, cel berperilaku hampir seperti stablecoin meskipun ada penurunan tapi itu hanya berarti tidak ada cukup pembeli untuk penjual," kata Kepala Eksekutif Celcius, Alex Mashinsky dilansir dari Forbes, Selasa (17/05/2022).

Penurunan terhadap token cel berhubungan dengan harga bitcoin yang telah jatuh 25% selama sebulan terakhir, dan menyeret cryptocurrency atau mata uang kripto utama lainnya termasuk ethereum, BNB BNB, XRP XRP, solana, cardano, avalanche dan polkadot.

Sekarang, para pedagang dengan gugup memperhatikan harga cryptocurrency dari Celsius, yang telah turun hampir 70% selama sebulan terakhir karena penjual yang panik melepas koin, meminta Mashinsky untuk meyakinkan pasar.

"Semua dana aman," Mashinsky memposting ke Twitter sebagai tanggapan atas rumor bahwa Celcius sedang dalam masalah. Hal tersebut dikarenakan Celcius yang mengizinkan investor untuk mendapatkan bunga atas kepemilikan kripto para pedagang serta menggunakannya sebagai jaminan untuk pinjaman.

"Terlepas dari volatilitas pasar yang ekstrem, Celsius tidak mengalami kerugian signifikan dan semua dana aman," dilansir dari Forbes.

Celcius mengungkapkan dalam laporan transparansi mingguannya yang mencatat pengeluaran US$1,1 miliar atau setara Rp 16,106 Triliun (Rp 14.643) antara tanggal 6 Mei dan 12 Mei, yang dijelaskan oleh Mashinsky dalam laporan video jumatnya sebagai "minggu yang sulit" di mana Celcius "mengalami pukulan yang hebat."

"Tapi, siapa pun yang ingin menarik dana dapat melakukannya," kata Mashinsky kepada pemirsa.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT