Maaf Ya, Bappebti Nggak Janji Duit Korban DNA Pro Bisa Balik

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 16:31 WIB
DNA Pro adalah penipuan investasi yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Sebenarnya, apa itu DNA Pro? Bagaimana cara kerjanya? Berikut informasinya.
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) buka suara soal pengembalian dana masyarakat korban robot trading DNA Pro. Bappebti tidak bisa menjanjikan dana bisa kembali.

Namun, Bappebti akan bertanggung jawab untuk mencari solusinya.

"Kalau banyak kesalahan kami, iya, saya akui dan saya bertanggung jawab untuk itu. Tapi untuk pengembalian yang kemarin itu, terus terang saya belum punya bayangan. Kalau Bapak tanya saat ini dan saya harus menjawab, saya nggak punya ide sama sekali untuk pengembalian," kata Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (25/5/2022).

Didit menjelaskan akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait serta aparat penegak hukum untuk melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan terkait permasalahan investasi robot trading.

"Yang bisa saya janjikan saya dengan teman-teman akan mencoba mencari celah-celahnya seperti apa, apakah seperti yang tadi disampaikan kita mencari yang kira-kira salah, kena, tapi yang tidak salah bisa dihidupkan lagi, tapi nanti efeknya seperti apa, saya akan mencari seperti itu, tapi apakah itu bisa mengembalikan, saya tidak bisa menjanjikan, saya tidak berani untuk menjanjikan itu," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Evita Nursanty menilai pengembalian dana korban investasi robot trading adalah tugas Bappebti. Pasalnya Bappebti telah gagal menjalankan tugasnya sebagai pengawas.

"Mengembalikan uang rakyat juga tanggung jawab Bappebti, wong Bappebti Badan Pengawas, gagal dalam pengawasan, ya tanggung jawab Bappebti," tuturnya.

Sebelumnya paguyuban robot trading member DNA Pro meminta agar pemerintah mengawal pengembalian dana para member. Sejauh ini pemerintah dinilai lepas tangan atas nasib para korban.

Untuk diketahui, DNA Pro merupakan robot trading dengan sistem MLM yang disegel pemerintah sejak Januari 2022. Sejak saat itu para korban tak bisa melakukan withdraw (WD) atau mengambil kembali dana investasi.

"Pernyataan Bappebti dan Satgas Waspada Investasi (SWI) tidak senada. Bappebti menyatakan tidak memblokir rekening atau tidak menutup keran WD, sementara SWI di salah satu acara TV menyatakan bahwa 'kita tutup WD'. Jadi ada ketidaksinkronan statement," kata Kuasa Hukum korban DNA Pro yang tergabung dalam Paguyuban, Yasmin Muntaz.

(aid/hns)