ADVERTISEMENT

Banting Setir, LINE Indonesia Mau Fokus ke Bisnis Fintech

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Kamis, 02 Jun 2022 14:10 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

LINE Indonesia bakal banting setir dan fokus untuk berbisnis di bidang teknologi keuangan alias financial technology (fintech). Aksi korporasi ini keluar di tengah kabar perusahaan yang melakukan PHK dan menutup layanan LINE Today.

Country Manager LINE Indonesia Fanny Verona mengatakan perusahaan sedang melakukan langkah strategis untuk berbinis di bidang fintech.

"Sejalan dengan arah bisnis strategis kami, kami akan menetapkan sumber daya perusahaan kami. LINE tengah melakukan langkah strategis untuk kembali fokus pada bisnis teknologi keuangan (fintech) di Indonesia. Tentu saja, kami masih berkomitmen untuk pasar Indonesia," kata Fanny kepada detikcom, Kamis (6/2/2022).

LINE sendiri merupakan aplikasi chat instan yang memungkinkan pengguna untuk saling berkomunikasi lewat smartphone. Bisnis LINE Corporation juga selalu dikaitkan dengan pengembangan, pengoperasian, dan periklanan aplikasi seluler dan layanan internet, termasuk komunikasi, konten, dan hiburan. Dan baru-baru ini LINE akan memperluas bisnisnya ke bidang Fintech.

Sebelumnya, ada isu yang beredar bahwa LINE Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 80 orang karyawannya. Selain PHK, Line Indonesia juga dikabarkan telah menutup layanan LINE Today.

Namun, kabar tersebut nyatanya dibantah oleh Fenny. Feny mengungkapkan untuk LINE TODAY dan layanan messenger LINE sendiri, masih bisa digunakan oleh pengguna.

"Hingga saat ini pengguna layanan LINE TODAY, masih dapat mengakses serta menikmati berbagai konten berita maupun cerita secara menyeluruh. ami tetap akan menyediakan layanan messenger LINE kepada pengguna kami sama seperti sebelumnya. Adapun kami mengonfirmasi jika jumlah 80 orang yang tersiar tidak benar," tegasnya.

Fenny mengaku pihaknya akan tetap menyediakan layanan yang esensial bagi para pengguna setia LINE. "Kami pun akan tetap menyediakan layanan yang esensial, bagi pengguna setia kami serta akan tetap melakukan aktivitas seperti Mergers and acquisitions (M&A) dan investasi," ujar Fenny.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT