Terra Luna Jangan Bikin Trauma! Masih Ada Kripto yang Bisa Ditilik Lho

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 05 Jun 2022 22:14 WIB
Ilustrasi Kripto dan Forex
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Aset kripto kategori stablecoin sedang jadi perbincangan belakangan ini. Hal itu terjadi setelah salah satu aset stablecoin mengalami kehancuran harga, kejadian ini terjadi pada aset stablecoin TerraUSD (UST).

Stablecoin sendiri adalah aset kripto yang secara khusus dirancang atau dipatok dengan sebuah aset tertentu seperti, mata uang dolar AS atau komoditas lain seperti emas dengan perbandingan 1:1. Aset kripto yang satu ini disebut paling aman dipegang karena memiliki kelebihan berupa kestabilan harga.

Secara sederhana, stablecoin sebagai aset kripto yang menjembatani aset digital dengan komoditas tertentu sehingga dapat menawarkan harga yang relatif stabil karena didukung dengan aset cadangan.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin menjelaskan meskipun pasar sempat trauma dengan yang terjadi pada TerraUSD, masih ada aset stablecoin yang tidak akan senasib dengan TerraUSD. Aset itu adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC).

Timothius mengatakan USDT dan USDC memiliki jaminan berupa aset berupa barang yang nyata. Tepatnya uang fiat dengan mata uang dolar Amerika Serikat, maka dari itu ketahanan keduanya lebih terjamin.

"Sementara itu, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) adalah fiat-collateralized stablecoins atau stablecoin yang dijamin dengan uang fiat, yaitu dolar AS. Dalam hal ini, USDT/C dijamin dengan jumlah reserve dolar AS yang sama," ujar Timo dalam keterangannya, Minggu (5/6/2022).

Diluncurkan pada tahun 2014, USDT menjadi stablecoin paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar. Sementara USDC yang diluncurkan pada tahun 2018 menempati posisi kedua sebagai stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Bersambung ke halaman selanjutnya.