Bitcoin Anjlok Terus! Investor Buang Tabungan Kriptonya

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 16 Jun 2022 09:33 WIB
Ilustrasi Kripto dan Forex
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Bitcoin terus mengalami kejatuhan. Saat ini, koin tersebut sudah turun sekitar 70% sejak nilai tertingginya sepanjang masa pada November tahun lalu, yakni sekitar US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar.

Mata uang kripto paling berharga di dunia itu telah turun sekitar 15% sejak Senin, dan semakin turun hingga hampir sepertiga sejak Jumat, menurut data dari pertukaran kripto Coinbase, dilansir melalui CNN Business, Rabu (15/06/2022).

Saat bank sentral utama dunia menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, para pedagang telah membuang investasi mereka yang lebih berisiko, yang mencakup aset kripto yang mudah berubah.

Para analis mengatakan, kejatuhan bitcoin di bawah batas US$ 20.000 (Rp 294,5 juta) akan menjadi sejarah penting bagi pasar yang berkembang pesat selama pandemi (kurs Rp 14.727).

"Pergerakan di bawah US$ 20.000 akan menjadi pukulan psikologis besar-besaran dan dapat mengirim bitcoin lebih jauh ke dalam kejatuhan," Craig Erlam, analis pasar senior di Oanda, sebuah perusahaan valuta asing, dalam sebuah catatan pada hari Selasa.

Kejatuhan ini tidak hanya dialami bitcoin. Ether, koin digital paling berharga kedua, tergelincir 12% pada hari Kamis lalu. Kini nilai koin digital tersebut pun telah turun hingga 78% sejak puncaknya pada November.

Coinbase mengatakan pada hari Selasa, mereka akan memberhentikan sekitar 1.000 stafnya, yang merupakan 18% dari tenaga kerjanya, atas dasar kekhawatiran akan penurunan ekonomi yang akan datang dan "musim dingin kripto". Saham perseroan pun sempat terpukul sejak penawaran umum perdana pada April tahun lalu, dimana dulu nilainya hampir mencapai US$ 100 miliar (Rp 1.473 triliun) sekarang nilainya kurang dari US$ 12 miliar (Rp 177 triliun).

Tidak berhenti sampai di situ, Celsius Network, salah satu pemberi pinjaman mata uang kripto terbesar di dunia, mengumumkan pada hari Senin bahwa "kondisi pasar yang ekstrim" telah memaksanya untuk sementara menghentikan semua penarikan, pertukaran kripto dan transfer antar akun.

Perusahaan mencatat ada 1,7 juta pelanggan yang ngambil keputusan untuk mengamankan likuiditas (uang) mereka masing-masing di saat Celcius sedang mempersiapkan langkah untuk melindungi aset.

Binance, salah satu platform pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, menangguhkan penarikan di jaringan bitcoinnya selama beberapa jam pada hari Senin kemarin setelah beberapa transaksi "macet" dan menyebabkan backlog.

(dna/dna)