ADVERTISEMENT

Waspada Pinjol Ilegal, Ini 5 Tips Ajukan Pinjaman Resmi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 15 Sep 2022 17:15 WIB
Ilustrasi fintech
Foto: istimewa
Jakarta -

Perkembangan teknologi yang pesat turut merambah ke sektor keuangan, salah satunya yakni dengan maraknya metode pendanaan secara digital. Jika dulu masyarakat Indonesia sulit mendapatkan pinjaman dana, saat ini mereka justru dimudahkan dengan adanya perusahaan-perusahaan financial technology (fintech) yang menawarkan pendanaan melalui pinjaman uang online (pinjol).

Namun, hal itu bukan tanpa risiko bagi para nasabahnya. Karena, maraknya kasus-kasus terkait jasa pinjol ini membuat para nasabah harus berhati-hati dalam memilih penyedia layanan fintech ini. Berbagai risiko dan kasus-kasus yang kerap terjadi antara lain seperti jerat bunga yang sangat besar, atau bahkan diteror sampai diancam ketika melakukan penagihan.

Guna menghindari hal-hal semacam itu, Direktur PT. Abadi Sejahtera Finansindo atau yang terkenal dengan nama Singa Fintech, Reynard Tjahja Wiguna, memberikan tips dan edukasi bagi masyarakat untuk dapat memilih fintech yang aman.

"Di sini Singa Fintech memberikan edukasi ke masyarakat, dan khususnya calon lulusan baru SMA mengenai bagaimana memilih fintech yang aman dan legal," kata Reynard dalam keterangannya, ditulis Kamis (15/9/2022).

Reynard pun memberikan beberapa tips untuk mengajukan pinjaman online. Pertama, calon peminjam harus memenuhi syarat yang ditentukan, karena setiap lembaga pinjaman online biasanya menetapkan syarat dan ketentuan yang berbeda. Kedua, calon peminjam harus melengkapi data diri, termasuk dokumen-dokumen penting yang diperlukan seperti KTP dan KK sebagai jaminannya.

"Slip gaji juga wajib disertakan sebagai pertimbangan atas kemampuan Anda membayar tagihan pinjaman. Dokumen bisa dikirim dalam bentuk soft copy, dengan ketentuan hasil foto dokumen harus jernih dan berkualitas," ujarnya.

Ketiga, pemohon harus berada di area pelayanan, karena beberapa lembaga pinjaman online menetapkan area layanan tertentu sehingga nasabahnya juga harus berada di wilayah tersebut. Keempat, memperhatikan riwayat kredit di bank, karena masyarakat yang tidak memiliki riwayat buruk terkait kredit di bank biasanya lancar dalam proses pencairan dana pinjamannya.

"Sebab, hal ini bisa menjadi bukti bahwa Anda adalah nasabah yang bertanggung jawab dengan dana pinjaman yang diajukan," kata Reynard.

Kelima, menentukan tenor dan limit pinjaman. Dalam memilih limit pinjaman, ada dua hal yang perlu dijadikan pertimbangan, yakni jumlah uang yang sedang dibutuhkan dan kemampuan dalam membayar.

"Meskipun kebutuhan Anda besar, tetapi limit pinjaman yang diajukan tidak melebihi batas kemampuan membayar. Ada kemungkinan pengajuan pinjaman online Anda akan lebih cepat disetujui dan tidak akan mengalami kesulitan dalam membayar tagihan," kata Reynard.

Dia mengatakan, selama ini pinjol telah mendapat stigma negatif dari masyarakat, akibat adanya ulah sebagian oknum fintech yang ilegal yang memberikan bunga di luar batas kewajaran hingga menggunakan cara-cara kekerasan dalam penagihan. Karenanya, dia pun meminta agar masyarakat jeli dan teliti dalam memilih penyedia jasa pinjol.

"Kami di sini menekankan pentingnya masyarakat memilih perusahaan fintech yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK," ujarnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT