ADVERTISEMENT

Mau Investasi Kripto di Tengah Bayang Resesi? Simak Tipsnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 23 Okt 2022 21:30 WIB
Ilustrasi Aset Kripto Bitcoin dan XRP
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Ancaman resesi global makin nyata, berbagai lembaga memprediksi dan memberi peringatan akan kemungkinan terjadinya resesi yang diperkirakan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi.

Salah satu peringatan diberikan oleh IMF lewat laporan World Economic Outlook: Countering The Cost of Living Crisis. Dari data laporan menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini tidak berubah, yakni pada 3,2%. Sementara tahun depan, pertumbuhan ekonomi dipangkas menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,9%.

Hal ini mengindikasikan IMF melihat situasi 2023 merupakan profil pertumbuhan terlemah sejak 2001. Investor pun mesti waspada di tengah kondisi ancaman resesi ekonomi ini, apalagi yang memiliki aset kripto.

Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin mengungkapkan di tengah kondisi darurat seperti ini investor mesti lebih memahami faktor risiko yang timbul dari sisi makro ekonomi.

"Sebagai investor, kita harus selalu memahami berbagai faktor resiko yang bisa timbul baik dari sisi makro-ekonomi, fundamental project atau aset, dan keadaan teknikal pasar," ungkap Timo dalam keterangannya, Minggu (23/10/2022).

Selain itu, di masa gelap dan kemungkinan adanya resesi seperti saat ini, sangat penting juga investor bisa lebih disiplin dalam mengatur keuangan.

"Bisa denhan menggunakan metode terstruktur seperti Dollar Cost Averaging (DCA) yang dapat membantu mengurangi risiko investasi dalam jangka panjang," tambahnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT