Kala BUMN Ikut Berlomba Danai Startup

ADVERTISEMENT

Kala BUMN Ikut Berlomba Danai Startup

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 14 Des 2022 11:11 WIB
Logo Mandiri Capital
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Jumlah perusahaan rintisan atau startup terus bertambah di Tanah Air. Menjamurnya startup ini tak lepas dari peran perusahaan modal ventura atau investor yang ada di belakangnya.

Perusahaan modal ventura berlomba-lomba mengucurkan modal di startup agar terus berkembang. Di antara banyaknya perusahaan modal ventura ini, ada anak perusahaan BUMN di dalamnya. Salah satunya PT Mandiri Capital Indonesia (MCI).

Direktur Investasi MCI Dennis Pratistha mengatakan, sebagai perusahaan modal ventura, MCI memiliki umur yang relatif muda, tak jauh beda dengan perusahaan modal ventura lain di Indonesia. Namun, ia menilai, MCI memiliki perbedaan jika dibanding dengan perusahaan modal ventura lain.

Menurutnya, MCI punya kekuatan yang luar biasa dibanding perusahaan modal ventura lain karena bisa memberikan dukungan lebih dari ekosistem Bank Mandiri secara grup, maupun pada ekosistem BUMN.

"Kita ini fokusnya atau differentiator-nya sedikit unik. Kita ingin membantu atau masuk, invest di suatu startup yang kita confident bisa membantu dalam hal business development. Business development bagaimana sih, membantu, memberikan, atau membawakan bisnis kepada mereka. Yang paling low hanging fruit ya leveraging Mandiri ecosystem, kita selalu memperkenalkan ke business unit-business unit yang ada di Mandiri dan juga di state own enterprise ecosystem dan kita very active," paparnya kepada detikcom seperti ditulis Rabu (14/12/2022).

Dia mengatakan, MCI tidak memposisikan diri sebagai financial investor. Namun, MCI berperan sebagai strategic investor.

"Karena kita bring value to the table. Everyone has money, yang punya duit saat ini VCs (venture capital) sangat banyak, kita harus ada differentiator agar kita bisa berteman sama semua VCs," tambahnya.

Lanjutnya, MCI sendiri kini tak hanya fokus pada investasi di perusahaan rintisan yang bergerak di financial technology (fintech). MCI melebarkan sayap ke berbagai sektor seperti agritech, aquaculture, dan lain sebagainya.

"We have 22 portofolio, spread over 14 different sector. Sebagai contoh, kita ada di agritech, kita ada di aquaculture, kita ada FMCG, of course fintech itu sudah jelas, kita ada digital signature, kita ada di commerce, dan lain sebagainya. Jadi sangat banyak," ujarnya.

Namun, pihaknya tak puas dengan kinerja tersebut. Pihaknya akan terus melihat potensi startup untuk dikembangkan. Tahun ini, MCI memberikan investasi baru pada 6 startup di beragam sektor, mulai dari Cakap, Greenhope, Sinbad, AgriAku, dan FitAja. "New investment kita ada 6 startup, itu berbagai macam sektor," katanya.

(acd/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT