Begini Cara Bos Kripto FTX Tipu Duit Investor Rp 124 Triliun

ADVERTISEMENT

Begini Cara Bos Kripto FTX Tipu Duit Investor Rp 124 Triliun

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Senin, 19 Des 2022 11:33 WIB
Sam Bankman Fried
Sam Bankman-Fried/Foto: AP
Jakarta -

Mantan bos FTX Sam Bankman-Fried menyampaikan permintaan maafnya. Dalam suatu draf yang bocor, dia menulis hidupnya benar-benar kacau.

Dia mengatakan kepada regulator Bahama bahwa dia sangat menyesal ada di posisi ini. Tetapi ketika Bankman-Fried dikawal keluar dari apartemen penthouse-nya di Nassau dengan borgol, masih belum jelas untuk apa ucapan maaf itu dilontarkan.

Sebelumnya ia tegas membantah tuduhan telah melakukan penipuan. Namun sehari setelah penangkapan, jaksa federal dan regulator membuka puluhan halaman file yang menuduh ia telah melakukan penipuan sejak lama.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menyebut lebih dari US$ 8 miliar atau Rp 124,8 triliun uang nasabah FTX raib. Akibatnya banyak yang harus kehilangan tabungan mereka, dana kuliah, tabungan masa depan, dan lainnya.

"Bankman-Fried salah satu penipu terbesar dalam sejarah Amerika," kata Jaksa Penuntut AS Damian Williams, dikutip dari CNBC, Senin (19/12/2022).

Diketahui Bankman-Fried mendirikan crypto hedge fund Alameda Research pada November 2017, menyewa ruang kantor di Berkeley, California. Bankman-Fried merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan sempat bekerja di firma perdagangan kuantitatif bergengsi Jane Street Capital.

Alameda Research pada dasarnya adalah toko arbitrase, membeli bitcoin dengan harga lebih rendah di satu bursa dan menjualnya dengan harga lebih tinggi di bursa lain. Perbedaan harga di Korea Selatan versus seluruh dunia memungkinkan Bankman-Fried dan partnernya Gary Wang mendapat untung besar.

Pada April 2019, Bankman-Fried dan Wang bersama Nishad Singh mendirikan FTX.com. Platform kripto ini menawarkan fitur perdagangan inovatif kepada pelanggan, platform yang responsif, dan pengalaman yang andal.

Regulator federal di CFTC mengatakan, Sebulan setelah mendirikan FTX, memanfaatkan aset pelanggan untuk kepentingan Alameda. Rehypothecation adalah istilah ketika bisnis secara legal menggunakan aset pelanggan untuk berspekulasi dan berinvestasi.

Tetapi Bankman-Fried tidak memiliki izin pelanggan untuk berjudi dengan dana mereka. Persyaratan penggunaan FTX sendiri secara khusus melarang dia, atau Alameda, menggunakan uang pelanggan untuk apa pun, kecuali jika pelanggan mengizinkannya.

FTX mengumpulkan banyak uang pelanggan. CFTC mengutip laporan 2019 dari FTX yang mematok volume berjangka saja sering melebihi US$ 100 juta setiap hari.

Menggunakan uang pelanggan untuk Alameda merupakan penipuan. Di Distrik Selatan New York, di mana Bankman-Fried didakwa oleh dewan juri, Bankman-Fried juga menghadapi tuduhan penipuan kriminal. Bankman-Fried dituduh menggunakan dana pelanggan untuk membiayai investasi spekulatifnya.

Ini adalah kejatuhan yang cepat bagi raja crypto yang pernah ada, yang baru-baru ini dua bulan lalu dielu-elukan sebagai penyelamat industri. Sekarang, Bankman-Fried menuju ke pengadilan Bahama pada hari Senin untuk menyerahkan dirinya ke proses ekstradisi AS. Pengadilan pidana menunggunya begitu dia kembali ke AS.



Simak Video "Bos Kripto Rusia Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Helikopter"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT