Industri Kripto Porak-poranda Imbas FTX, Dampaknya Merembet ke Mana-mana

ADVERTISEMENT

Industri Kripto Porak-poranda Imbas FTX, Dampaknya Merembet ke Mana-mana

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 29 Des 2022 18:05 WIB
Ilustrasi Kripto
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Dunia kripto kini sedang dilanda gonjang-ganjing. Harga sejumlah koin terus mengalami penurunan gila-gilaan. Banyak orang yang mengalami kerugian akibat merosotnya harga ini.

Dari sisi koin, Solana menjadi yang paling apes. Pasalnya mata uang kripto ini sering kali disebut sebut oleh pendiri FTX yaitu Bankman-Fried. Sehingga ketika FTX runtuh, harga Solana juga ikut terperosok ke level terendah.

Pada Rabu saja harga Solana turun hingga 10,36%. Lalu sepanjang 2022 token ini telah anjlok hingga 94,2%.

Tapi dari data CoinMarketCap disebutkan harga Solana sudah menembus level US$ 9,8 atau turun 11%. Harga Solana pada awal Desember masih berada di zona hijau. Hingga pada pertengahan harga terus terusan merosot. Sentimen ini terjadi karen kasus Bankman-Fried yang turut menyeret Solana.

Volume transaksi perdagangan Solana tercatat US$ 483,35 juta atau naik 125,14%. Lalu kapitalisasi pasar US$ 3,59 miliar atau turun 11,02%. Kapitalisasi pasar ini sudah terdiusi hingga US$ 5,26 miliar.

Tak cuma itu beberapa perusahaan yang terkait dengan kripto juga terdampak. Mulai dari kesulitan likuiditas sampai paling buruk menutup operasional di beberapa wilayah.

Misalnya Kraken sebuah platform pertukaran kripto yang berbasis di AS menutup operasional mereka yang ada di Jepang.

Dikutip dari finews-asia disebutkan perusahaan menempuh langkah ini karena kondisi pasar sedang tidak terkendali. Apalagi bursa kripto sedang berada dalam kondisi buruk.

Tak cuma itu, Kraken juga akan mencabut perizinan operasional mereka di Japan Financial Services Agency (JFSA) efektif per 31 Januari 2023.

Disebutkan, Kraken juga mengumumkan jika para klien mereka bisa menarik dana mereka hingga tanggal yang sudah ditentukan.

Selama waktu tersebut, para pengguna bisa mengambil uang mereka dengan cara menarik aset ke dompet eksternal dan melakukan likuidasi potofolio dan mentransfer sisa uang ke rekening bank nasional di Jepang.

Pada 9 Januari mendatang, Kraken telah memberi sinyal jika fungsi deposit akan dihapus dari platform. Meskipun memang fungsi-fungsi perdagangan masih tetap dipertahankan.

Dikutip dari Kitco News disebutkan pada 31 Januari 2023 proses pencabutan operasional ini telah selesai. Pada 1 Februari 2023 kepemilikan uang kripto untuk mata uang non yen ini akan otomatis dikonversi ke yen.

Kraken juga menyebut jika proses sudah selesai, maka Kraken tak bisa lagi membantu proses penarikan uang para pengguna.

"Jika anda tidak melakukan apapun sebelum 31 Januari, anda harus berkoordinasi dengan biro hukum untuk mendapatkan kembali uang anda dalam mata uang yen," tulis mereka.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT