Bappebti Ngaku Gagal Bikin Bursa Kripto di 2022, Ini Penghalangnya

ADVERTISEMENT

Bappebti Ngaku Gagal Bikin Bursa Kripto di 2022, Ini Penghalangnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 04 Jan 2023 13:08 WIB
Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko
Foto: (Aulia Damayanti/detikcom)
Jakarta -

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengakui gagal membangun bursa kripto pada 2022. Ada berbagai alasan yang memuat Bappeti gagal membangun bursa kripto.

Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko menjelaskan selama ini pihaknya kesulitan karena tidak ada percontohan negara mana yang telah membentuk bursa kripto. Oleh sebab itu bursa kripto belum juga dibentuk.

"Bursa kripto sampai catatan ini yang kami buat, belum juga berhasil dibangun. Ini menjadi catatan besar kami, seharusnya bisa dibangun di akhir tahun lalu 2022," ujar Didid dalam Outlook Bappebti 2023, di Kantor Bappebti, Rabu (4/1/2023).

Selain itu, Didid mengatakan bahwa belum terbentuknya bursa kripto karena pihaknya masih ingin memastikan ekosistem aset kripto berjalan baik. Makanya memang diperlukan percontohan bursa kripto lainnya.

Tidak terbentuknya bursa kripto sebenarnya kata Didid menyulitkan pekerjaan Bappebti mengingat pemilik dari sejumlah aset kripto keberadaannya di luar negeri. Jadi ketika ada masalah, Bappebti kesulitan untuk menghubungi pemilik adari aset kripto yang bermasalah tersebut.

"Ketika ada permasalahan, pedagangan kami bisa pantau. Kemarin FTX pemiliknya ada di luar sana. Kami berharap bursa kripto ini akan terbentuk 2023," jelasnya.

Bursa kripto memang digembar gemborkan akan hadir pada 2022 lalu. Namun sampai akhir tahun bursa kripto itu tidak juga terbentuk.

Informasi terakhir sebelumnya Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan, pihaknya tengah berfokus dalam membenahi aturan-aturan menyangkut bursa aset digital itu. Apalagi, kasus penipuan menyangkut aset ini masih kerap terjadi.

"Persyaratan-persyaratannya dibenahi dan diperbaiki. Seminimal mungkin jangan sampai merugikan masyarakat kita," ujar menteri yang akrab disapa Zulhas ini, kepada media di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Minggu (25/09/2022).

Sebetulnya, Zulhas menerangkan, pihaknya telah merencanakan agenda pemaparan menyangkut kelanjutan persiapanbursa kriptotersebut. Namun rencana itu terpotong oleh agendanya ke G20 di Bali kemarin. Oleh karena itu, dalam waktu dekat agenda ini akan dilanjutkan.

"Ini memang mau paparan, kemarin keburu saya ke G20 yang di Bali kan. Mungkin abis ini paparan, kalau udah paparan selesai kita lihat, kita akan sosialisasi ke masyarakat, bahwa akan begini jadinya, baru diputuskan. Yang paling penting, jangan sampai ini merugikan terus begitu saja," tambahnya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT