Pesan Penting soal Kripto buat Para Pemula

Jogja Financial Festival

Pesan Penting soal Kripto buat Para Pemula

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2026 23:00 WIB
Kripto
Ilustrasi.Foto: Shutterstock
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan risiko investasi kripto meski keuntungannya bisa ratusan kali lipat. Pergerakan harga signifikan bisa dilihat pada mata uang utama kripto, seperti Bitcoin (BTC).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan harga Bitcoin di awal kemunculannya setara dengan sepiring pizza. Namun sekarang menyentuh harga Rp 1,4 miliar untuk satu token Bitcoin.

"Bitcoin itu nilainya mungkin tahun 2010, itu cukup 10.000 BTC itu hanya sepiring pizza, US$ 41. Sekarang Rp 1,4 miliar. Jadi nilainya terus meningkat," ujar Adi dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karenanya, Adi Budiarso mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat berinvestasi di aset kripto. Ia menyarankan investasi kripto dilakukan menggunakan dana yang memang telah disisihkan, setelah kebutuhan utama seperti dana pensiun dan kebutuhan hidup terpenuhi.

"Pakai uang untuk investasi kripto, itu adalah uang yang sudah setelah anda nabung untuk dana pensiun, sudah nabung untuk kebutuhan hidup. Jadi pakai uang yang sudah disisihkan dan anda siap masuk ke industri yang sangat-sangat berisiko. Kembali, ini risikonya tinggi tapi return-nya juga luar biasa tinggi," terang Adi.

ADVERTISEMENT

Adi menambahkan, saat ini terdapat dua bursa kripto di Indonesia yakni CFX dan ICEx. Sementara aset kripto yang diperdagangkan di Indonesia saat ini ada sebanyak 1.464. Dari sisi penerimaan pajak, kontribusi industri kripto juga terus tumbuh kendati nilai transaksinya mengalami penurunan.

"Tahun 2025 saja, waktu itu transaksinya menurun (menjadi) Rp 482,23 triliun dari sebelumnya Rp 650,61 triliun di 2024, penerimaan pajak kita meningkat menjadi Rp 796,73 miliar," pungkasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads