Pemerintah AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp 17,88 Triliun

Pemerintah AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp 17,88 Triliun

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 30 Mei 2026 21:49 WIB
US investor and hedge fund manager Scott Bessent testifies before the Senate Finance Committee on his nomination to be Secretary of the Treasury, on Thursday. Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent.Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images
Jakarta -

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan ekonomi Iran mendekati titik krisis. Hal itu dikatakan sembari mengumumkan AS telah menyita sekitar US$1 miliar atau setara Rp 17,88 triliun (Rp 17.881) aset kripto Iran.

"Kami telah menyita sekitar satu miliar dolar kripto mereka. Kami langsung mengambil," ujar Bessent dikutip dari FOX Business, Sabtu (30/5/2026).

Bessent mengatakan kampanye pemerintah AS telah sukses membuat situasi ekonomi Iran kritis. Kampanye itu disebut Operation Economic Fury.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir antara lima setengah hingga enam minggu kampanye militer yang sangat sukses dan kemudian Operasi Economic Fury, di mana kami benar-benar memutus pasokan mereka...mereka sekarang berada di ujung batas kemampuan finansial mereka," tegas Bessent.

Menurut Bessent, inflasi Iran saja sudah melonjak hingga 200%. Kemampuan pasukan Iran juga disebut telah kritis karena tidak dibayar.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir 40 atau 50% dari pasukan [Iran] tidak dibayar. Polisi tidak melapor ke kantor polisi. Inflasi mungkin sudah melebihi 200%. Mereka sampai harus membagikan voucher makanan. Mereka telah mematikan internet," terang Bessent.

Selain aset kripto, AS mengklaim sejak tahun lalu telah berhasil merampas banyak aset lainnya di Iran, mulai dari properti hingga perbankan.

"Kami bekerja sama dengan sekutu kami di seluruh Eropa untuk merebut vila, rumah, dan properti. Dan ini adalah uang yang dicuri dari rakyat Iran," pungkas Bessent.

(ada/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads