Penyebab Bitcoin Lesu Usai Pengumuman Suku Bunga The Fed

Penyebab Bitcoin Lesu Usai Pengumuman Suku Bunga The Fed

Retno Ayuningrum - detikFinance
Minggu, 21 Jun 2026 10:41 WIB
Ilustrasi Bitcoin atau Investasi Kripto
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pelemahan bitcoin disebut sebagai respons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang dipimpin Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%-3,75%, nada kebijakan yang lebih hawkish membuat pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap potensi pelonggaran moneter.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan koreksi pasca FOMC merupakan bagian yang lazim dari dinamika pasar global, terutama ketika terjadi perubahan ekspektasi terkait kebijakan moneter global.

"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujar Aloysia dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (21/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen tersebut turut tercermin pada arus dana institusional. ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat tercatat mengalami arus keluar bersih (net outflow) US$ 112,8 juta pasca FOMC, menunjukkan sikap yang lebih defensif dari sebagian pelaku pasar.

ADVERTISEMENT

"Setiap periode volatilitas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti Dollar Cost Averaging (DCA), dan menghindari keputusan yang didorong oleh fear maupun euforia pasar," tambahnya.

Meski demikian, Aloysia menyebutkan bahwa investor perlu melihat perkembangan pasar secara lebih komprehensif dan tidak berlarut pada sentimen jangka pendek. Menurutnya, faktor fundamental seperti tingkat adopsi aset digital dan kripto, perkembangan teknologi blockchain, serta partisipasi investor jangka panjang tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga menghapus forward guidance, yaitu panduan atau sinyal eksplisit dari bank sentral mengenai kemungkinan arah kebijakan suku bunga ke depan. Langkah ini membuat pasar semakin bergantung pada data ekonomi yang lebih aktual seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter ke depan.

Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas (task forces) yang akan mengkaji berbagai aspek kebijakan The Fed, mulai dari komunikasi, neraca keuangan, sumber data, kerangka pengendalian inflasi, serta produktivitas, lapangan kerja, dan dampak artificial intelligence (AI) terhadap perekonomian.

Kelima gugus tugas tersebut akan melibatkan ahli dari dalam dan luar The Fed untuk mengevaluasi kebijakan yang berjalan serta menyusun rekomendasi pengembangan ke depan. Langkah ini mencerminkan upaya The Fed meninjau kembali kerangka kebijakan moneternya di tengah perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi.

Aloysia menilai bahwa salah satu aspek yang menarik untuk dicermati adalah masuknya produktivitas dan dampak AI terhadap perekonomian sebagai bagian dari fokus kajian.

"Menariknya, salah satu fokus kajian The Fed adalah produktivitas dan dampak AI terhadap ekonomi. Ini menunjukkan bahwa bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi membentuk pertumbuhan ekonomi di masa depan. Sehingga, pelaku pasar juga perlu melihat perkembangan ini sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar, tak hanya bereaksi terhadap pergerakan harga harian," tutup Aloysia.

Sebagai tambahan, berdasarkan data yang disajikan mengutip CoinGeck, rata-rata harga bitcoin pada Januari sebesar US$ 90.751. Kemudian, rata-rata pada Februari US$ 69.251 dan Maret US$ 69.444. Di April, harga rata-rata bitcoin US$ 73.474 dan Mei US$ 78.067.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads