Kemacetan Dorong Permintaan Apartemen Melonjak

Kemacetan Dorong Permintaan Apartemen Melonjak

Jhoni Hutapea - detikFinance
Senin, 12 Mar 2012 07:05 WIB

Jakarta - Hamparan apartemen dan kondominium di kawasan segitiga emas Rasuna Said, Jakarta pekan lalu. Kemacetan dan pertumbuhan ekonomi yang membaik mendorong permintaan rumah tinggal dipusat kota dan aktivitas bisnis melonjak tajam.

BI mencatat penjualan apartemen yang masih dalam tahap konstruksi sebanyak 2.352 unit atau 91,14%. Imbasnya terhadap kenaikan penjualan dari 95,30% menjadi 95,33%. Selain itu tercatat harga jual apartemen meningkat 3,19% (qtoq) menjadi Rp 12,6 jta per meter tercatat akhir tahun lalu.
BI memproyeksikan permintaan apartemen kelas menengah atas atau apartemen mewah akan terus tinggi di Jakarta. Hal ini akan berdampak pada kenaikan harga jual segmen apartemen yang umumnya di atas Rp 800 juta per unit ini.
Permintaan apartemen sewa di Jakarta tercatat paling banyak dari kalangan ekspatriat dari Asia. Pada tiga bulan terakhir 2011 tercatat kenaikan tarif sewa sebesar 1,48% menjadi Rp 153.688 per meter/bulan.
Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle Procon, Luke Rowe kepada wartawan memaparkan jumlah kondominium yang terjual di Jakarta sepanjang 2011 melonjak lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sebab terjadi peningkatan minat investor, end-user kondominium, daya beli yang semakin kuat, suku bunga yang relatif rendah dan makin buruknya kondisi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya.
Kemacetan Dorong Permintaan Apartemen Melonjak
Kemacetan Dorong Permintaan Apartemen Melonjak
Kemacetan Dorong Permintaan Apartemen Melonjak
Kemacetan Dorong Permintaan Apartemen Melonjak
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads