Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal

Foto Bisnis

Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal

Hasan Al Habshy - detikFinance
Senin, 23 Sep 2013 17:33 WIB

- Lonjakan populasi di Singapura tidak sebanding dengan investasi infrastruktur yang dibangun negara tersebut terutama untuk mengatasi kemacetan. Berdasarkan survei Frost & Sullivan pada 2011, Singapura tercatat berada di bawah Kuala Lumpur dan New Delhi jika dilihat dari tingkat kecepatan, biaya perjalanan, dan kenyamanan.

Laporan pemerintah memaparkan populasi penduduk Singapura tahun ini kurang dari sepertiga penduduk Luxemburg, yang berpotensi tumbuh menjadi 6,9 juta, namun investasi infrastruktur tidak memenuhi permintaan yang ada.
Menurut IMD World Competitive Ranking, Singapura turun ke peringkat 15 pada 2013 yang sempat bertengger di peringkat atas pada 2010. Penurunan peringkat tersebut menandakan lemahnya infrastruktur dasar dan turunnya produktifitas dan efisiensi bisnis.
Berdasarkan survei Frost & Sullivan pada 2011, Singapura tercatat berada di bawah Kuala Lumpur dan New Delhi jika dilihat dari tingkat kecepatan, biaya perjalanan, dan kenyamanan.
Pemerintah telah menjalankan kebijakan untuk membatasi kenaikan pendaftaran lisensi mobil baru menjadi 0,5% dari 3% per tahun antara 1990 dan 2008. Lisensi mobil baru di Singapura meningkat 35%.
Pemerintah Singapura telah menghabiskan 60 miliar dolar Singapura ($48 miliar) untuk membangun jalur kereta api bawah tanah, sedikitnya 12 juta dolar Singapura pada bis, dan jalan tol untuk mengatasi kemacetan.
Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal
Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal
Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal
Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal
Laju Pertumbuhan Infrastruktur Singapura Tertinggal
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads