Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah

Foto Bisnis

Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah

Dikhy Sasra, - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 10:40 WIB

Jakarta - Selain Belanda, Jepang juga pernah membangun jalur rel kereta api di Pulau Jawa. Kini kondisi relnya sudah 'mati' dan sudah tak berbekas karena beralih fungsi jadi hunian. Salah satunya adalah jalur KA Saketi-Bayah di Banten Selatan.

Jalur KA Saketi-Bayah sepanjang 80 Km dibangun oleh Jepang dari Februari 1943 sampai dengan Maret 1944.
Jepang membangun rel ini untuk mengangkut batubara.
Rel tersebut kini telah mati dan berubah fungsi menjadi pasar, rumah dan jalan kampung.
Pembangunan jalur kereta api di selatan Banten itu sendiri menembus hutan belukar, melewati bukit-bukit, dan menyeberangi beberapa jurang, sungai besar dan kecil.
Rel KA bersejarah yang dibangun Jepang dengan kerja paksa itu, kini hanya tersisa bekas pondasi dan badan relnya saja.
Petugas Kemenhub menyelusuri jalur KA Saketi-Bayah.
Tercatat ada 20 jembatan di sepanjang jalur Saketi-Bayah.
Ada pun struktur jembatan lebih kuat dari jembatan lintas baru Muaro-Pekanbaru karena pada setiap ujung jembatan disusun dari material batu.
Kini, salah satu bangunan yaitu bekas Stasiun Saketi bahkan dijadikan rumah penduduk oleh warga sekitar.
PT. KAI berencana merevitalisasi dan mengembangkan jalur KA di wilayah pedalaman menjadi jalur aktif guna meningkatkan kesejahteraan warga Banten.
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Napak Tilas Jalur KA Saketi-Bayah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads