Foto Bisnis

Foto: Aksi 'Bersih-bersih' Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia

Pool - detikFinance
Selasa, 11 Jul 2017 08:54 WIB

Jakarta - Maraknya praktik illegal fishing membuat stok ikan nasional mengalami penurunan. Pemerintah gencar memerangi pelanggaran dan kejahatan di perairan Indonesia.

Pemerintah menenggelamkan sebanyak 60 kapal nelayan di perairan Natuna. Kapal-kapal asing tersebut berasal dari Vietnam, Filipina dan Thailand. Pool/Getty Images.

Pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tegas membasmi praktik pencurian ikan atau illegal, unreported, unregulated fishing (IUU Fishing) di Indonesia yang dilakukan kebanyakan oleh kapal-kapal asing. Rachman Haryanto/detikFoto.

Maraknya praktik illegal fishing membuat stok ikan nasional mengalami penurunan drastis. Namun, tak lama berselang stok ikan nasional di tahun ini mencapai 12,5 juta ton dibandingkan di 2013 sebesar 6,5 juta ton. Rachman Haryanto/detikFoto.

Di sisi lain, dengan maraknya pemberantasan illegal fishing, konsumsi ikan nasional mengalami peningkatan yang cukup nyata. Konsumsi ikan nasional di dalam negeri mengalami peningkatan hingga 43 kilogram per kapita per tahun di 2016, dari sebelumnya hanya 36 kilogram per kapita per tahun. Dengan demikian, mengindikasikan potensi ikan di laut Indonesia semakin melimpah. Rachman Haryanto/detikFoto.

Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) juga telah meningkatkan koordinasi dengan Polisi, TNI, Bakamla, Kejaksaan, dan Kementerian Kelautan Perikanan. Peningkatan koordinasi perlu dilakukan untuk menekan kasus illegal fishing di laut Indonesia. Rachman Haryanto/detikFoto.

Hingga saat ini tercatat, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, telah menangkap 294 kapal yang melakukan praktik illegal, unreported, and unregulated fishing (IUU Fishing) di laut Indonesia hingga Maret 2017. Dok, TNI AL.

Dari 294 kapal yang sudah ditangkap, 116 di antaranya merupakan kapal Indonesia, 6 kapal Malaysia, 54 kapal Vietnam, 5 kapal Filipina, dan 1 kapal Taiwan. Dok, TNI AL.

Menyadari kegiatan pencurian ikan terjadi lintas negara dan melibatkan warga negara asing, Satgas 115 bekerjasama dan mendapatkan bantuan dari negara dan organisasi internasional. Beberapa di antara kegiatan kerja sama tersebut adalah keterlibataan dalam the 23rd INTERPOL Asian Regional Conference, penyelenggaraan the 2nd International Conference of Fisheries Transparency Initiative (FiTI), keterlibatan dalam North Atlantic Coast Guard Forum (NACGF), serta keterlibatan aktif Satgas 115 di Konferensi Kelautan PBB (United Nations Ocean Conference) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Dok, TNI AL.

Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia
Foto: Aksi Bersih-bersih Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia