Jakarta - Arsitek Belanda Julius Taminiau mendesain ulang berkotak-kotak kontainer pengiriman untuk dijadikan tempat bekerja bagi para startup.
Foto Bisnis
Sewa Kantor Makin Mahal, Kontainer Pun Disulap Jadi Ruang Kerja
Tumpukan-tumpukan kontainer yang disusun sedemikian rupa itu diberi nama Startup Village, sebuau kawasan perkantoran yang ditujukan bagi perusahaan pemula atau start up. Foto: dok. Inhabitat
Startup Village terletak di Amsterdam Science Park. Sejumlah kontainer ditumpuk dan dicat dengan berbagai warna untuk menciptakan ruang yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan yang berbeda. Foto: dok. Inhabitat
Selain kantor, Startup Village juga menawarkan ruang untuk acara dan pertemuan mulai dari tempat pesta hingga bioskop di luar ruangan. Foto: dok. Inhabitat
Arsitek Julius Taminiau terinspirasi untuk bereksperimen dengan cargotecture selama waktunya di Carl Turner Architects yang berbasis di London, di mana dia bekerja di Pop Brixton, sebuah proyek yang mengubah ruang terlantar menjadi komunitas wadah pengiriman. Foto: dok. Inhabitat
Karena proyek ini dimaksudkan untuk sementara, Startup Village dibangun dengan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan pondasi genteng beton yang mudah dilepas. Foto: dok. Inhabitat
Jendela yang dipasang di kedua sisi masing-masing wadah dapat dibuka untuk ventilasi silang. Foto: dok. Inhabitat
Dengan suasana seperti ini, maka para pekerha dapat merasa lebih nyaman dan bisa memicu ide untuk berinovasi. Foto: dok. Inhabitat
The Startup Village juga berencana menambah wadah yang lebih besar di masa depan untuk peningkatan skala. Foto: dok. Inhabitat











































