Foto Bisnis

Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan

Pradita Utama - detikFinance
Selasa, 31 Jul 2018 13:27 WIB

Jakarta - Mengintip industri rumahan perajin tempe yang tetap bertahan dibantaran Kali Item. Mereka tetap memproduksi makanan hasil olahan dari kedelai itu. Seperti apa?

Beginilah pengolahan industri rumahan perajin tempe yang berada di bantaran Kali Item yang sempat menuai kontroversi.
Perajin membuat tempe dengan mengolah kacang kedelai di pabrik rumahan, kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara, Selasa (31/7).

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mewacanakan dan berencana untuk menghentikan proses/produksi tempe yang berada dibantaran kali Item, karena diduga menjadi salah satu penyebab bau di kali tersebut.
Baik Gubernur ataupun wakil Gubernur DKI Jakarta seolah tak senada dalam mengambil kebijakan akan hal ini. Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan bakal menyetop kegiatan produksi jika tetap membuang limbah ke Kali Item. Karena seringnya membuang limbah tempe di Kali Item yang membuat kali tersebut menjadi bau.
Namun Sandiaga mengaku tidak mau menyetop begitu saja pabrik di sekitar Kali Item. Solusi lain, para pemilik harus bekerja sama dengan PD PAL Jaya untuk mengelola limbah mereka.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap mengizinkan produsen tahu dan tempe di sekitar Kali Item untuk tetap beroperasi saat gelaran Asian Games 2018. Asalkan, limbah produksi tak dibuang ke sungai.
Anies mengatakan ia telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mendampingi produsen tahu dan tempe mengelola limbahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syariffuddin mengatakan, para pengrajin mengandalkan produksi tahu tempe untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, termasuk untuk makan. Jika diminta setop produksi, berarti Pemerintah DKI sama saja melarang mereka makan.
Perajin tempe ini tampak sedang memotong tempe-tempe yang sudah jadi dan siap untuk dipasarkan.
Sebelum benar-benar matang, tempe dibawa dan jemur terlebih dahulu agar siap dijual dan pasarkan.
Setelah itu, hasil potongan inilah yang akan mereka pasarkan ke berbagai wilayah Ibukota untuk memenuhi kebutuhan permintaan tempe.
Kini, Para perajin tempe itu tetap terus bekerja dan memproduksi tempe seperti biasanya. Kontroversi akan larangan itu pun telah clear.
Para perajin itu tampak semringah dan menunjukan hasil olahan kedelai yang kaya akan manfaat dan gizi.
Beginilah hasil pengolahan industri rumahan perajin tempe yang berada di kawasan Sunter, tepatnya berada dibantaran Kali Item.
Mereka bekerja dengan kondisi seadanya menggunakan kayu bakar meski sudah berada ditengah kota.
Tempe-tempe inilah yang sudah jadi dan siap dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Tempe yang sudah jadi dan dipotong inilah yang siap dipasarakan.
Industri rumahan perajin tempe ini terus bertahan dan tetap berproduksi seperti biasanya tanpa adanya larangan dari pihak manapun.
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan
Industri Rumahan Perajin Tempe yang Tetap Bertahan