Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua

Ardhi Suryadhi - detikFinance
Sabtu, 18 Agu 2018 15:25 WIB

Tembagapura - Tambang bawah tanah raksasa milik PT Freeport Indonesia memang menyediakan banyak hal, mulai dari bengkel, kantor, hingga tempat ibadah.

Uniknya, masjid dan gereja sengaja dibuat berdampingan di tambang DLMZ Freeport.  Foto: Ardhi Suryadhi

Batas suci, tempat sepatu-sepatu bot milik para pekerja harus dilepaskan. Foto: Ardhi Suryadhi

Inilah bagian dalam Masjid Jami Baabul Munawwar yang berlokasi di dalam tambang bawah tanah Freeport. Lihat langit-langitnya, semuanya batuan yang berasal dari perut bumi. Foto: Ardhi Suryadhi

Suhu udara yang lebih hangat pun langsung terasa ketika detikFinance masuk ke tempat ibadah ini. Foto: Ardhi Suryadhi

Jaket, vest dan semua perlengkapan dilepaskan dahulu sebelum beribadah. Foto: Ardhi Suryadhi

Gereja Oikumene Soteria juga kerap menggelar kebaktian meski berada di dalam tambang bawah tanah. Foto: Ardhi Suryadhi

Ini bagian dalam dari gereja. Foto: Ardhi Suryadhi

Langit-langinya pun sama dengan yang berada di masjid. Yang pasti, kedua tempat ibadah ini sengaja dibuat Freeport agar para pekerja dapat beribadah dengan tenang meski harus bekerja di dalam bawah tanah yang memilik risiki jauh lebih tinggi. Foto: Ardhi Suryadhi

Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua
Masjid dan Gereja Hidup Berdampingan di Perut Bumi Papua