Foto Bisnis

Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS

Pradita Utama - detikFinance
Rabu, 12 Sep 2018 18:30 WIB

Jakarta - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. memperkuat fasilitas dan infrastruktur perseroan untuk meningkatkan daya saing ekspor otomotif nasional.

Seorang pekerja memeriksa kendaraan siap ekspor di Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta Utara, Rabu (12/9).
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. memperkuat fasilitas dan infrastruktur perseroan untuk meningkatkan daya saing ekspor otomotif nasional. Perseroan menargetkan dapat menjadi terminal kendaraan 5 besar dunia.
Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono menyampaikan perseroan meningkatkan infrastruktur mulai dari kualitas pengoperasian hingga kapasitas terminal, sehingga kebutuhan industri otomotif atas terminal yang dedicated dapat terpenuhi.
Chiefy menyampaikan Indonesia Kendaaan Terminal memiliki fasilitas mendukung guna memudahkan proses ekspor kendaraan seperti pelayanan handling, fasilitas yang lengkap untuk jasa Vehicle Processing Center (VPC), Equipment Processing Center (EPC), PortStock, hingga termasuk kualitas akses jalan.
Perlu kita ketahui bahwa Indonesia Kendaraan Terminal telah berperan penting saat mengekspor mobil Toyota sebanyak 1,3juta unit pada tahun 1978-2018. 
Menurut catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, ekspor mobil utuh Indonesia tahun 2017 tumbuh 18,9% atau menjadi 231.169 unit. Tahun ini TMMIN menargetkan pertumbuhan ekspor mobil untuk merk Toyota dan Daihatsu dapat tumbuh 25-45%.
Pertumbuhan yang tinggi pada ekspor otomotif tersebut akan memberikan imbas bagi kinerja Indonesia Kendaraan Terminal.
Dalam laporan keuangan emiten dengan sandi IPCC tersebut,pendapatan dan laba bersih IPCC tumbuh masing-masing sebesar 28% dan 58% menjadi Rp250 miliar dan Rp94,9 miliar pada semester I/2018.
Selain TMMIN, APM (Agen Pemegang Merk) lainnya seperti Suzuki pada semester I/2018 telah membukukan kenaikan ekspor kendaraan utuh sebesar 13,8% menjadi 14.479 unit, sedangkan PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia akan memulai ekspor perdana Mitsubishi Xpander tahun ini yang ditargetkan akan mencapai 45.000 unit.
Tahun ini, IPCC menargetkan perolehan laba bersih dapat mencapai Rp220 miliar atau tumbuh 69% yoy. Di tahun ini IPCC mendapat tambahan dari pengalihan throughput kendaraan yang sebelumnya dikelola oleh Port of Tanjung Priok (afiliasi) sebagai bagian dari kebijakan spesialisasi (zonasi) bisnis yang dilakukan Pelindo II.
Tujuan lain memperkuat infrastruktur ekspor di Indonesia Kendaraan Terminal itu agar dapat memperkuat nilai Rupiah dari nilai kurs Dolar AS. 
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS
Ekspor Mobil Digenjot di Tengah Rupiah Keok Lawan Dolar AS