Foto Bisnis

Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor

Pradita Utama - detikFinance
Sabtu, 29 Jun 2019 13:31 WIB

Jakarta - Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.

Suasana bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Jumat (28/6).
Kabar gembira datang dari neraca perdagangan Indonesia. Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisinya berbalik menjadi surplus US$ 210 juta.
Namun, surplus yang dialami neraca perdagangan Indonesia dibilang tidak ideal. Karena, posisinya ekspor masih menurun dan impor juga menurun secara tahunan year on year (yoy).
Jika dibilang ideal, maka posisinya seharusnya kinerja ekspor meningkat dan impor menurun.
Pada Mei 2019 neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$ 210 juta. Angka ini didapat dari selisih nilai ekspor yang lebih besar daripada impor.
Nilai ekspor Mei 2019 tercatat sebesar US$ 14,74 miliar. Sementara nilai impor Mei 2019 sebesar US$ 14,53 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei surplus tipis sebesar US$ 210 juta. Jika dilihat secara kumulatif sebenarnya neraca perdagangan masih tekor sebesar US$ 2,14 miliar. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan defisit neraca perdagangan secara kumulatif dipicu impor migas (minyak dan gas) tinggi.
Angka defisit neraca perdagangan secara kumulatif berasal dari nilai total ekspor sebesar US$ 68,46 miliar dan nilai impornya sebesar US$ 70,60 miliar atau defisit US$ 2,14 miliar.
Jika dilihat lebih dalam, total nilai ekspor migas tercatat US$ 5,34 miliar sedangkan impor migasnya US$ 9,08 miliar, sehingga secara kumulatif kinerja migas defisit US$ 3,74 miliar. Sedangkan untuk total nilai ekspor non migas tercatat US$ 63,11 miliar dan impornya sebesar US$ 61,51 miliar, sehingga terjadi surplus US$ 1,60 miliar.
Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 tercatat surplus dengan sejumlah negara. Neraca dagang Indonesia masih surplus dari Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 3,9 miliar, India US$ 3,08 miliar dan Belanda. Sebaliknya, neraca dagang Indonesia mengalami defisit dengan China dengan nilai US$ 8,48 miliar. Dengan Thailand dan Australia juga tercatat defisit.
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor
Neraca Dagang Surplus, Saatnya Genjot Ekspor