Foto Bisnis

Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia

Rachman Haryanto - detikFinance
Selasa, 09 Jul 2019 18:05 WIB

Bekasi - Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek meresmikan pabrik dan obat onkologi berlabel halal pertama di Indonesia, CKD Otto Pharma di Kawasan Industri Cikarang, Bekasi.

Pada kesempatan itu pula Menkes juga menyampaikan apresiasi dan bakal terus mendorong adanya investasi sektor farmasi di Indonesia.

Pabrik penghasil produk onkologi tersebut dianggap sejalan dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 yang meminta adanya percepatan pembangunan industri farmasi di Indonesia. 

Kanker sendiri termasuk penyakit katastropis yang bersanding dengan penyakit jantung dan diabetes. Ketiganya kata menkes menelan porsi hingga 20% dari anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dalam satu tahun.

Sementara itu, kebanyakan pasien kanker Indonesia memilih opsi berobat ke luar negeri ketimbang di dalam negeri. Karena di Indonesia hanya punya satu Rumah Sakit kanker Dharmais yang bisa melayani dan pada beberapa kasus yang tingkat stadium kankernya sudah tinggi, penanganan yang dipilih ialah fasilitas kesehatan di luar negeri.

Kehadiran CKD Pharma ini tentunya sebagai bentuk keseriusan untuk penanganan kanker dalam jangka waktu yang panjang. Tentunya ini bukan hal yang mudah juga, karena hingga kini penyebab kanker pun belum diketahui secara pasti oleh medis dan keilmuan, apakah dari bakteri, virus atau bisa juga dari lingkungan, sesuatu yang dikonsumsi juga.

Permasalahan di kanker adalah pengobatannya karena tidak tahu penyebabnya serta berlipat ganda hingga 10 pangkat delapan dengan kecepatan yang luar biasa. Setiap organ tubuh kita bisa terkena kanker, dan memerlukan obat dasar untuk mematikan sel-sel kanker. 

Kehadiran CKD Pharma dapat meningkatkan ketersediaan obat kanker sekaligus dapat meningkatkan nilai ekspor, terutama di bidang farmasi. Tentunya kita semua juga berharap agar obat onkologi dapat diterima dengan harga yang sangat terjangkau. 

‎CKD Pharma merupakan salah satu perusahaan farmasi di Korea Selatan yang memiliki kekuatan penjualan di seluruh dunia. Melalui slogan "Better Life Through Better Medicine", CKD Pharma berkomitmen memberikan akses bagi pasien untuk mendapatkan obat kanker berkualitas tinggi. Fasilitas baru ini telah memenuhi pedoman EU-GMP (standarisasi Eropa) dan memiliki kapasitas produksi tahunan 1,6 juta vial, terdiri dua lantai seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi sebesar USD 30 juta.

Chong Kun Dang Pharmaceutical Corp (CKD Pharm) masuk ke Indonesia melalui kerja sama dengan PT OTTO Pharmaceutical, bagian dari Mensa Group dengan mendirikan PT CKD OTTO Pharma yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon 3, Lippo Cikarang. CKD OTTO Pharma fokus pada penyediaan produk onkologi. CKD OTTO Pharma menargetkan untuk menguasai 30% pangsa pasar obat anti kanker di Indonesia dalam lima tahun ke depan dan menjadikan fasilitas di Indonesia sebagai basis produksi untuk target pasar di Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) serta Eropa termasuk sepuluh negara ASEAN.

Dengan kesamaan visi dan komitmen dalam meningkatkan kualitas produk farmasi, CKD Pharma dan OTTO Pharma bersinergi melalui PT CKD OTTO Pharmaceutical (CKD OTTO Pharma) pada 2015. CKD OTTO Pharma fokus kepada produk obat onkologi berupa injeksi dalam bentuk cair dan bubuk. CKD OTTO Pharma telah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada September 2018. Di tahun yang sama, CKD OTTO Pharma memperoleh sertifikat manufaktur untuk obat-obatan dari Kementerian Kesehatan.

CKD OTTO Pharma juga telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadikan kami perusahaan farmasi pertama untuk produk onkologi dengan sertifikasi halal di Indonesia. Saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. Pangsa pasar farmasi Indonesia mencapai sekitar 7,9 triliun Won (USD 7,2 miliar) pada 2018 dan diperkirakan akan mencapai sekitar 13 triliun Won (USD 11,9) pada tahun 2023.    

CKD OTTO Pharma mulai membangun fasilitas produksi sediaan onkologi di Cikarang Selatan sejak 2016 dan diresmikan hari ini. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Chang Beom Kim, Kepala Badan POM Penny K Lukito, Chairman CKD Pharma Jang Han Rhee, CEO Mensa Group Jimmy Sudharta serta jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan direksi PT CKD OTTO Pharma.

Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia
Mengintip Pabrik Obat Antikanker Halal Pertama di Indonesia