Foto Bisnis

Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi

M Bakrie - detikFinance
Jumat, 23 Agu 2019 11:01 WIB

Makassar - Gunawan Gusyar, warga Maros, Sulawesi Selatan, memanfaatkan limbah kayu menjadi karya seni. Limbah kayu itu disulap jadi miniatur rumah adat dan perahu pinisi.

Meski awalnya hanya iseng, Gunawan Gusyar, warga perumahan Sulindo, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya serius menggeluti usaha barunya sebagai pembuat miniatur rumah adat Bugis Makassar dan perahu pinisi.
Dibantu oleh istrinya, Faridah, pria kelahiran 1969 silam itu, menyulap limbah kayu yang ia peroleh di sekitar rumahnya menjadi sebuah karya seni tinggi dan bernilai ekonomis.
Di tangan keduanya, ratusan kerajinan tangan dari sisa kayu bekas itu pun telah dibuat dan semakin diminati oleh warga.
Usaha yang ia mulai baru setahun lebih itu, diakui awalnya hanya sekadar melepas kejenuhan setelah dirinya tak lagi membuka bengkel karena tak mampu lagi bekerja keras. Namun karena banyak warga yang memuji karyanya, ia pun akhirnya serius mengembangkan usahanya itu dengan ikut di berbagai pameran. 
Membuat miniatur rumah adat dengan sangat detail seperti yang dikerjakan oleh Gunawan dan istrinya itu tidaklah mudah. Selain ketelitian, dibutuhkan kesabatan untuk membuat satu karya yang sempurna. Untuk satu miniatur rumah, ia membutuhkan waktu paling lama satu bulan. Sedangkan untuk phinisi, butuh waktu 1 sampai 2 minggu.
Untuk satu miniatur rumah adat buatannya, Gunawan membandrol harga berkisar antara satu hingga tiga juta rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Sementara untuk miniatur phinisi, ia jual seharga Rp 50 ribu saja. Selain itu, ia juga membuat sejumlah kerajinan tangan lain berupa miniatur badik untuk gantungan kunci.
Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi
Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi
Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi
Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi
Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi
Apiknya Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Rumah Adat hingga Pinisi