Foto Bisnis

Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru

Dikhy Sasra - detikFinance
Rabu, 18 Sep 2019 09:40 WIB

Jakarta - Dua kabupaten di Kaltim dipastikan akan menjadi ibu kota yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Infrastruktur listrik menjadi salah satu andalannya.

PLTU Teluk Balikpapan 2 x 110 Megawatt (MW) yang terletak bersebrangan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara telah siap mendukung pasokan listik calon ibu kota baru.

PLTU Teluk Balikpapan juga merupakan pembangkit yang paling dekat dengan ibu kota baru. Beroperasi sejak 2017.

Dengan total kapasitas yang mencapai 220 MW, PLTU Teluk Balikpapan adalah pembangkit listrik terbesar di Kalimantan.

Batubara manjadi bahan bakar PLTU Teluk Balikpapan. Total, Kalimantan memiliki cadangan daya sebesar 331 Megawatt (MW).

Sekitar 18 persen pasokan listrik untuk Sistem Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) berasal dari pembangkit ini.

Kebutuhan daya listrik yang diperkirakan mencapai 1.555 megawatt (MW), akan dipenuhi dari sejumlah pembangkit yang direncanakan dibangun dalam kurun waktu 2019-2028.

Pembangkit-pembangkit listrik yang akan dikembangkan terdiri atas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas/mesin gas (PLTG/MG), pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan listrik untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 1.555 MW.

Sistem kelistrikan di Kalimantan mempunyai daya mampu sebesar 2.094 MW dan beban puncak 1.432 MW, sehingga cadangannya mencapai 617 MW.

PLTGU Tanjung Batu di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara juga telah siap melayani pelanggan. Diperkirakan sebanyak 1,5 juta aparatur sipil negara (ASN) ikut pindah ke ibu kota baru pada 2024 mendatang.

Pembangkit yang hanya berjarak 200 meter dari Sungai Mahakam ini terdiri dari 2 Plant, salah satunya sudah beroperasi sejak 1996.

PLTGU Tanjung Batu merupakan  pembangkit yang dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik saat beban puncak.

Untuk memasok kebutuhan listrik ibu kota baru, PLN mendesain konsep zero down time yang memungkinkan pasokan listrik tanpa gangguan.

Sistem ini akan dipasok listrik dari dua gardu induk yang saling terhubung sehingga bisa saling mem-backup.

Saat ini di PLTGU Tanjung Batu juga sedang dibangun gardu induk baru untuk menunjang kebutuhan listrik masyarakat.

Seorang pekerja memasang salah satu alat untuk menyalurkan listrik  di PLTGU Tanjung Batu, Kutai Kartanegara.

Kebutuhan listrik ibu kota baru diperkirakan 1.555 MW.

PLN telah menyusun rencana pengembangan infrastruktur termasuk pembangkit listrik dengan kapasitas mencapai 4.000 MW lebih. Sehingga kebutuhan listrik di ibu kota baru dipastikan terpenuhi.

Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru
Melihat Kesiapan PLN Memasok Listrik untuk Calon Ibu Kota Baru