Foto Bisnis

Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia

Rifkianto Nugroho - detikFinance
Minggu, 15 Mar 2020 14:58 WIB

Garut - PLTP Kamojang yang berada di Jawa Barat merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Seorang petugas melakukan pengecekan unit di PLTP Kamojang yang berada di kawasan Jawa Barat.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi ini diketahui merupakan yang pertama dan tertua di Indonesia.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Bicara mengenai PLTP Kamojang berarti tak boleh melewatkan asal mula ditemukannya sumber panas bumi di kawasan tersebut. Sumber panas bumi di kawasan itu diketahui pertama kali ditemukan oleh Belanda pada tahun 1918.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Usai Belanda hengkang dari Indonesia, tepatnya pada tahun 1982, PLTP Kamojang Unit 1 yang dikelola Indonesia Power mulai beroperasi.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Seorang petugas sedang mengoperasikan alat di salah satu ruangan yang berada di kawasan PLTP Kamojang.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Usai pertama kali beroperasi pada tahun 1982, unit di PLTP Kamojang pun terus ditingkatkan. Hingga kini diketahui ada 7 Unit Pembangkit dengan total kapasitas terpasang 375 MW.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Pembangkit listrik berkapasitas 375 MW tersebut terbagi atas 3 subunit yakni PLTP Kamojang terpasang dengan 3 unit pembangkit yang memiliki kapasitas sebesar 140 MW, PLTP Drajat di Kabupaten Garut dengan 1 unit pembangkit sebesar 55 MW, serta PLTP Gunung Salak di Kabupaten Bogor dengan 3 unit pembangkit sebesar 180 MW.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Selain mengelola 3 subunit tersebut, Indonesia Power kamojang Generation O&M Services Unit (POMU) juga mengelola PLTP Ulumbu yang berada di kawasan Nusa Tenggara Timur. Unit pembankit itu diketahui memiliki kapasitas sebesar 10 MW.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Seperti diketahui, panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable) dan ramah lingkungan.

PLTP Kamojang yang berada di Jawa Barat merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Tak seperti pembangkit berbahan bakar fosil yang mengeluarkan emisi. Pembangkit listrik tenaga panas bumi ini tidak mengeluarkan emisi. Oleh karena itu PLTP ini menjadi salah satu pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

 Selain itu, PLTP ini juga dapat menghemat ongkos produksi sebesar Rp 1,5 triliun lho.

PLTP Kamojang yang berada di Garut merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan tenaga panas bumi. PLTP ini disebut sebagai yang tertua lho di Indonesia.

Direktur Operasi I PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai mengatakan akan terus meningkatkan kapasitas pembangkit energi primer baru dan terbarukan (EBT) guna mendukung target bauran EBT dair pemerintah. Diketahui, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2014, target bauran EBT ditetapkan sebesar 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050.

Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia
Melihat Lebih Dekat PLTP Pertama dan Tertua di Indonesia