Foto Bisnis

Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil

Istimewa - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 07:30 WIB

Riau - PLN melistriki 8 desa terpencil di Riau. Perjuangan melistriki desa-desa tersebut cukup berat karena harus nyemplung sungai hingga tembus hutan.

Perjuangan melistriki 8 desa terpencil di Riau
Dikutip dari Instagram PLN, 8 desa terpencil di Riau menikmati aliran listrik PLN, yaitu Desa Sari Mulia, Desa Tanjung Pasir, Desa Sungai Bela, Desa Sungai Buluh, Desa Sungai Laut, Desa Pulau Cawan, dan Desa Air Tawar di Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Cipang Kanan di Kabupaten Rokan Hulu. Nampak petugas PLN nyemplung ke sungai demi mengirim tiang-tiang listrik ke desa tujuan.Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Perjuangan melistriki 8 desa terpencil di Riau
Demi melistriki 8 desa tersebut, PLN mengelontorkan dana sebesar Rp 75,2 miliar untuk membangun PLTD, JTM sepanjang 52 kms, JTR sepanjang 35,56 kms dan 20 unit Gardu Distribusi dengan total daya 2.135 kVA. Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Perjuangan melistriki 8 desa terpencil di Riau
Beberapa pekerja PLN bahu membahu mengangkat peralatan listrik untuk dikirim ke 8 desa terpencil di Riau Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Perjuangan melistriki 8 desa terpencil di Riau
Proses pengangkutan tiang listrik menembus hutan, melewati jalan berbatu dan tidak rata/Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Perjuangan melistriki 8 desa terpencil di Riau
Pengiriman peralatan listrik menggunakan sepeda motor, menembus hutan dengan kondisi jalan berlumpur/Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Perjuangan melistriki 8 desa terpencil di Riau
Satu demi satu desa terpencil kini mulai terlistriki oleh PLN. Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil
Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil
Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil
Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil
Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil
Nyemplung Sungai-Tembus Hutan, Begini Perjuangan Terangi Desa Terpencil