Foto Bisnis

Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho

Grandyos Zafna - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2020 15:00 WIB

Jakarta - Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Berawal dari kegelisahan Novita Tan (baju putih) dan Ovy Sabrina (baju hitam) mengenai banyaknya sampah plastik, akhirnya mereka mendirikan Rebricks dan memutuskan untuk mendaur ulang sampah plastik tersebut menjadi paving block, Jakarta, Sabtu (26/9/2020). 

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Rebricks mulai melakukan riset sejak Juli 2018, dan akhirnya mulai memasarkan produk mereka pada November 2019.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Workshop Rebricks terletak dikawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Untuk membuat paving block tersebut mereka mencampur sampah-sampah plastik yang sudah dicacah dengan semen dan pasir.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Rebricks menghimpun sampah dari masyarakat.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Sampah-sampah tersebut mereka dapatkan secara sukarela dari masyarkat melalui kampanye mereka di medsos.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Sejauh ini Rebricks sudah memasarkan produknya ini melalui media sosial dan website.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Dalam satu hari, Rebricks dapat memproduksi 100 meter persegi paving block.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Harga yang dipatok Rebricks 95 ribu rupiah permeter persegi. Harga tersebut sangat kompetitif jika dibandingkan dengan paving blok konfensional.

Sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman ringan yang tak ada nilai ekonomisnya bisa disulap menjadi produk berdaya guna dan bernilai jual di tangan orang kreatif.

Jika anda ingin tertarik, bisa langsung cek media sosial dan website mereka di @rebricks.id / www.rebricks.id. Kedepannya, tidak hanya Paving Block tetapi rebricks akan mencoba menciptakan bahan bangunan lainnya dengan konsep eco friendly.

Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho
Tahu Engga? Paving Block Ini Dari Sampah Plastik Lho