Foto Bisnis

Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet

Arbi Anugrah - detikFinance
Jumat, 04 Des 2020 22:24 WIB

Banyumas - Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Potensi tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) di Kaki Gunung Slamet yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus air sungai Logawa yang melintasi Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, yang bisa menghasilkan tenaga listrik sekitar 3 Mega Watt (MW).

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Menurut Direktur Utama PT Bumiyasa Indonesia Energi Tommy Hesarid Simamora, yang menggarap PLTM Logawa mengatakan jika pembangkit tenaga listrik minihydro merupakan pembangkit listrik energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Untuk PLTM Logawa sendiri, lanjut dia telah dikembangkan sejak tahun 2017, dan sejak tahun 2017 pihaknya melalui perusahaannya juga terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air di berbagai wilayah. Diantaranya di Cianjur, lalu di Komering dan Niagara yang berada di Sumatera Selatan. Bahkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan PLTM di Poso, Sulawesi Tengah sebesar 2,8 Mega Watt.

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Pihaknya mengaku memang lebih fokus pada diversifikasi dengan tidak membuat satu pembangkit yang besar. Tapi melakukan diversifikasi ke beberapa daerah yang memiliki potensi kecil hingga nantinya menyebar ke seluruh Indonesia.

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Site Manager PLTM Logawa, Angga Aria Bima mengatakan jika saat ini PLTM Logawa memiliki kapasitas 3 MW. Dari PLTM tersebut dapat memproduksi listrik yang nantinya dijual ke PLN dalam satu tahunnya mencapai 15 juta kWh (kilo Watt hour) atau dapat mengaliri listrik sekitar 2-3 Kecamatan.

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Dengan dibangunnya PLTM dari arus air sungai Logawa yang melintasi Desa Baseh menjadi pembangkit tenaga listrik sangat menjanjikan. Karena berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 12 Tahun 2017 PLN wajib memberli listrik dari pembangkit energi terbarukan. Dari hasil produksi listrik tersebut, nantinya akan dibeli oleh PLN per kWh seharga Rp 1.100.

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

PLTM Logawa sendiri bergerak menghasilkan listrik dengan mengambil air langsung dari sungai Logawa yang sudah dipisahkan melalui bak bak penampungan air. Sisa air yang terbuang akan kembali lagi menuju sungai Logawa, sedangkan air yang ada di bak penampungan akan langsung masuk ke pipa yang langsung menuruni bukit menuju mesin turbin untuk dapat menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian dibeli oleh PLN untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui KWh meter. Sedangkan air yang keluar dari turbin akan kembali lagi ke sungai Logawa, sehingga tidak merusak lingkungan.

Potensi tenaga listrik dari PLTM di Kaki Gunung Slamet masih sangat tinggi. Salah satunya PLTM dari arus sungai Logawa yang hasilkan tenaga listrik sebesar 3 MW

Sementara menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas, Amrin Ma'ruf menjelaskan jika pembangkit listrik tenaga minihydro yang sudah berjalan sejak 2017 merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Apalagi Kabupaten Banyumas sendiri memiliki banyak potensi yang dapat digarap dibidang pembangkit listrik. Setidaknya terdapat sekitar 15 titik potensi sumber energi terbarukan, lima diantaranya sudah berijin dan sudah melalui Feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet
Mengintip Pembangkit Listrik di Kaki Gunung Slamet