Foto Bisnis

Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Achmad Syauqi - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2020 17:00 WIB

Klaten - Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.

Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Dampak pandemi COVID-19 juga memukul kerajinan payung lukis di Kabupaten Klaten. Omzet para pelaku UKM payung seni di sentra Desa Tanjung, Kwarasan dan Kenaiban, Kecamatan Juwiring itu anjlok.
Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Pemilik kerajinan payung lukis Honocoroko, Dusun Gumantar, Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring kepada detikcom di rumahnya, Sabtu (5/12/2020) mengatakan, pesanan sepi sejak bulan Maret. Dan hanya terjual satu atau dua.
Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Dikatakan Wigit, payung produksinya berbahan kain untuk kesenian, dekorasi, dan hotel. Setelah ada COVID-19 omzetnya anjlok sebab banyak kegiatan, wisata, dan hotel ditutup sehingga produksi sebagian dihentikan.
Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Biasanya sentra UKM ini bisa memproduksi 100 pesanan sebulan sebelum pandemi.
Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Saat ini, ungkap Wigit, perajin hanya bisa bertahan dengan tetap memproduksi skala kecil untuk stok. Stok itu untuk persediaan jika nantinya kondisi membaik.
Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Ketua Kelompok Kreatif Perajin Payung Lukis Ngadi Rahayu Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring, Ngadi Yakur mengatakan di awal pandemi COVID-19, omzet perajin anjlok sampai 80%. Penyebabnya banyak sekolah, acara, tempat wisata, dan hotel tutup.
Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Payung Lukis di Klaten Tetap Bertahan di Tengah Pandemi