Foto Bisnis

Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako

Rachman Haryanto - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 08:37 WIB

Badau - Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di perbatasan Indonesia-Malaysia. Ia pun kini berhasil punya toko sembako.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Pemilik nama lengkap Zaldi Shalahuddin (42) alias Bang Ipit, kini memiliki kedai sayur dan sembako yang lumayan besar di Pasar Badau, di batas Indonesia-Malaysia.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Dua kedainya diperuntukkan sebagai toko sayuran dan sembako, sementara satu tokonya lagi dia peruntukkan sebagai kios daging-dagingan yang membutuhkan mesin pendingin atau freezer.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Ia kini pun tak bekerja sendiri. Sedikitnya sudah ada 5 orang karyawan yang turut bekerja membantunya dalam menjalankan toko sembako tersebut.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Semua dia pekerjakan untuk membantu melayani para pembeli yang berbelanja di tokonya, baik untuk membeli kebutuhan sayur mayur, daging-dagingan, bumbu dapur ataupun juga sembako.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Semua bermula saat Ipit mulai merintis bisnis berjualan Bumbu Dapur di pinggir jalan tepat disimpang empat Pasar Badau. Dagangannya selalu laris dan habis, bahkan selalu diminati oleh warga seberang Malaysia yang memang sengaja berbelanja di batas negeri.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Dengan modal seadanya, ia pun memberanikan diri untuk meminjam kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BRI demi mengembangkan usahanya. Ia mengambil KUR Mikro Rp 25 juta. Dua tahun berselang, usahanya pun kini semakin maju dan besar. Bahkan ia pun sudah bisa memiliki rumah di perbatasan, lengkap dengan dua mobil yang dibelinya dari hasil keuntungan toko sembakonya itu.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Di tengah pandemi COVID-19, Zaldi pun kini fokus mengelola kios sayur dan sembako yang ada di pasar Badau. Omzet yang dia hasilkan dalam sebulan berada diangka Rp 20-25 juta. Untuk menambah modal, ia pun tetap kembali memanfaatkan fasilitas KUR dari BRI.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Uang yang didapatnya itu ia manfaatkan dengan baik untuk memperbanyak barang dagangan sehingga keuntungan yang didapatkan lebih besar.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Meskipun telah memiliki Toko Sembako, ia tak akan pernah meninggalkan usaha awal Bumbu Dapur yang telah mengantarkan dirinya sukses seperti sekarang ini.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Bahkan, di tengah pandemi COVID-19 ini, banyak warga di perbatasan yang memang sengaja mencari bumbu dapur di warungnya. Kalau biasanya sebelum pandemi, lebih banyak orang dari seberang, Malaysia.

Berhenti jadi sopir Taksi, Bang Ipit alias Zaldi memilih untuk berjualan bumbu dapur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kini, ia pun terbilang berhasil karena sudah punya toko sembako.

Rangkaian program Tapal Batas kerja sama detikcom dengan BRI dilaksanakan dalam momen ulang tahun BRI yang ke-125. BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako
Foto: Kisah Sukses Penjual Bumbu Dapur yang Kini Punya Toko Sembako