Foto Bisnis

Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau

Rachman Haryanto - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 08:39 WIB

Lanjak - Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau

Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
Pasar-pasar sepi, rumah makan tutup, ekspor-impor barang tersendat sehingga membuat masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang sulit. Hal itulah yang dialami Abdul Hadi (39), penjual sate brutu dan minuman seduh.
Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
Di awal pandemi, ia merasakan penghasilannya menukik. Dalam sehari ia hanya dapat Rp 50 ribu, bahkan pernah tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Beruntung, ia terpilih menjadi penerima BPUM sehingga bisa menambah modal usahanya. Usai mendapatkan BPUM selama sebulan terakhir penghasilannya meningkat.
Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
Sebulan terakhir, Hadi bisa sedikit bernafas lega lantaran penghasilannya bisa mencapai Rp 300-400 ribu dalam sehari. Berkat bantuan BPUM ia pun bikin kembali membuat sate 3-5 kilo dalam sehari. Kalau sebelumnya paling banyak hanya 1 kilo sehari. Sementara penghasilan dari jualan minuman seduh tidak seberapa.
Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
Kucuran Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro menjadi salah satu obat penawar kegundahan pengusaha berskala mikro (sangat kecil). Bank BRI ditunjuk pemerintah menjadi bank penyalur BPUM tersebut. BRI hadir menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu UMKM. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Supermikro hingga BPUM terus digenjot BRI agar bisa memberi napas panjang kepada pelaku usaha.
Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
BRI Unit Badau, juga turut andil dalam menyalurkan BPUM sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. BRI menyortir pelaku usaha yang dianggap layak dan benar-benar membutuhkan bantuan. Berdasarkan data per November 2020, BRI Unit Badau telah menyalurkan bantuan kepada 108 orang pelaku usaha. Adapun nominal bantuan yang disalurkan tersebut, yakni Rp 259,2 juta.

Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
Inilah potret tampak luar warung pak Hadi yang menjual sate dan minuman seduh. Ia pun tinggal di dalam atau bagian belakang ruman kayu tersebut.
Pandemi COVID-19 tentu membuat berbagai aktivitas ekonomi terbatas. Termasuk juga berdampak pada pelaku UMKM di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Badau.
Sementara halaman depannya ia buatkan kursi panjang lengkap dengan meja kayunya yang menempel ke dinging untuk para pelanggang dan pembelinya makan di tempat. Sektor UMKM, termasuk di dalamnya usaha mikro, adalah ujung tombak perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, upaya penyelamatan pelaku UMKM melalui skema BPUM termasuk ikhtiar membangkitkan ekonomi Indonesia.

Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau
Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau
Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau
Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau
Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau
Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau
Harapan Baru Bagi UMKM Terdampak Pandemi di Badau