Foto Bisnis

Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan

Agung Pambudhy - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 10:16 WIB

Bandung - Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan

Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Anita Kartika memberdayakan tetangga di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Anita menunjukkan camilannya produksinya.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Mulai pukul 7 pagi, ibu-ibu ini sudah berkumpul. Setiap orang di ruangan punya tugas masing-masing. Ada yang meracik bumbu, menggoreng, dan mengemas kerupuk menjadi bentuk rencengan.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Pemilik usaha kerupuk makaroni "Cipta Rasa", Anita Kartika menerangkan ada sekitar 10 ibu-ibu yang bekerja di tempatnya. Dalam sehari, tak kurang dari 50 gantung kerupuk diproduksi di pabrik rumahan ini. Setiap gantungan terdiri dari 20 renceng kerupuk makaroni atau kerupuk seblak.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Produk kerupuk tersebut dipasarkan ke beberapa pasar di daerah Bandung, antara lain Kiaracondong, Ciwidey, hingga Ujung Berung.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Dalam kondisi normal sebelum pandemi, usaha kerupuk ini bisa mendatangkan omzet RP 35-40 juta/bulan. Namun saat pandemi pendapatannya menurun, menjadi Rp 25 jutaan per bulan.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Anita biasa mengupah ibu-ibu ini setiap hari Rabu. Bayaran yang diberikan berbeda-beda setiap orang berkisar Rp 100-300 ribu, tergantung tugas dan waktu kerja.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Pengemasan dilakukan secara manual.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
Anita mengatakan usaha kerupuk ini dibuat untuk memberdayakan para wanita di Desa Cukanggenteng. Anita dan suami, Dede Koswara melihat banyak orang yang menganggur sehingga mereka tergerak untuk membuka bisnis yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar.
Anita Kartika memberdayakan ibu-ibu di Desa Cukanggenteng, Bandung, Jabar, untuk membuat kerupuk makaroni dan kerupuk seblak. Usaha ini menghasilkan omzet puluhan juta/bulan.
detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan
Pengusaha Kerupuk Seblak Ini Raup Omzet Puluhan Juta/Bulan