Foto Bisnis

Keren! Indonesia Bakal Ekspor Obat Kanker ke Aljazair Senilai Rp 250 M

Pool - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 01:47 WIB

Cikarang - Perusahaan farmasi Indonesia yang mengkhususkan produksi obat onkologi, mendapatkan kontrak kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara Aljazair senilai Rp 250 M.

PT CKD OTTO Pharmaceuticals, perusahaan farmasi Indonesia yang mengkhususkan diri untuk memproduksi obat onkologi, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak kerja sama bisnis dengan Saidal Grup, Badan Usaha Milik Negara Aljazair yang juga merupakan perusahaan farmasi terkemuka disana, setelah diawali oleh nota kesepahaman dengan Saidal Grup pada bulan Desember 2020.
CKD OTTO dan Saidal Grup menjawab kebutuhan itu. Bisnis model tersebut dimulai dengan eksportasi enam item obat kanker, yang diproduksi di Indonesia dalam bentuk bulk vial, yang kemudian akan mengalami pengemasan kedua di Aljazair. Fase pertama ini akan dilakukan selama tiga tahun dengan nilai 250 milyar rupiah. Pada fase kedua, transfer teknologi akan dilakukan dari CKD OTTO kepada Saidal setelah pabrik onkologi Saidal grup selesai dibangun. Foto: dok. BPOM
PT CKD OTTO Pharmaceuticals, perusahaan farmasi Indonesia yang mengkhususkan diri untuk memproduksi obat onkologi, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak kerja sama bisnis dengan Saidal Grup, Badan Usaha Milik Negara Aljazair yang juga merupakan perusahaan farmasi terkemuka disana, setelah diawali oleh nota kesepahaman dengan Saidal Grup pada bulan Desember 2020.
PT CKD OTTO Pharmaceuticals, perusahaan farmasi Indonesia yang mengkhususkan diri untuk memproduksi obat onkologi, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak kerja sama bisnis dengan Saidal Grup, Badan Usaha Milik Negara Aljazair yang juga merupakan perusahaan farmasi terkemuka disana, setelah diawali oleh nota kesepahaman dengan Saidal Grup pada bulan Desember 2020. Foto: dok. BPOM
PT CKD OTTO Pharmaceuticals, perusahaan farmasi Indonesia yang mengkhususkan diri untuk memproduksi obat onkologi, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak kerja sama bisnis dengan Saidal Grup, Badan Usaha Milik Negara Aljazair yang juga merupakan perusahaan farmasi terkemuka disana, setelah diawali oleh nota kesepahaman dengan Saidal Grup pada bulan Desember 2020.
Penyakit kanker diketahui menjadi salah satu penyakit yang terus meningkat prevalensinya, secara global. Di Indonesia sendiri menunjukan adanya peningkatan prevalensi tumor atau kanker dari 1,4 per 1.000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,8 per 1.000 penduduk di tahun 2018. Secara global, dari data GLOBOCAN (Global Cancer Observatory), berdasarkan statistik kanker, dari data tahun 2020 terdapat 19,3 juta kasus baru secara global, dengan angka kematian tinggi yaitu sebanyak 10 juta kematian. Foto: dok. BPOM
PT CKD OTTO Pharmaceuticals, perusahaan farmasi Indonesia yang mengkhususkan diri untuk memproduksi obat onkologi, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak kerja sama bisnis dengan Saidal Grup, Badan Usaha Milik Negara Aljazair yang juga merupakan perusahaan farmasi terkemuka disana, setelah diawali oleh nota kesepahaman dengan Saidal Grup pada bulan Desember 2020.
Karena masih dalam pandemi COVID-19, upacara penandatanganan kontrak kerjasama ini dilakukan secara online. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Saidal Grup, Fatoum Akachem, Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharmaceutical, In Hyun Baik, dan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Penny K. Lukito. Foto: dok. BPOM
Keren! Indonesia Bakal Ekspor Obat Kanker ke Aljazair Senilai Rp 250 M
Keren! Indonesia Bakal Ekspor Obat Kanker ke Aljazair Senilai Rp 250 M
Keren! Indonesia Bakal Ekspor Obat Kanker ke Aljazair Senilai Rp 250 M
Keren! Indonesia Bakal Ekspor Obat Kanker ke Aljazair Senilai Rp 250 M