Foto Bisnis

Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi

Wisma Putra - detikFinance
Kamis, 11 Mar 2021 20:30 WIB

Bandung - Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.

Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Ketua Pertekstilan Kabupaten Bandung sekaligus pemilik perusahaan sarung CV Setia Tunggal Textile Aep Hendar mengatakan, usahanya terpukul sejak ada COVID-19.
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Selain itu, harga bahan baku benang menurut Aep tak terkendali.
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Aep mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku tersebut, tidak sejalan dengan harga jual di pasaran.
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Aep mempertanyakan kehadiran pemerintah yang tidak memperhatikan para pengusaha tekstil khusunya di Majalaya dan umumnya di Kabupaten Bandung. Pihaknya juga mempertanyakan soal bantuan untuk para pelaku IKM.
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Menurutnya, ada kemitraan yang digulirkan oleh Kementerian Perindustrian tapi, dengan istilah KUR untuk pinjaman pembelian mesin, namun KUR itu tetap harus ada jaminan, tidak bisa kita jaminkan sebagai istilahnya mesin yang akan dibeli.
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Aep juga mengeluhkan, sarung yang diproduksinya masih menumpuk di gudang. Sedangkan dikala pandemi COVID-19 seperti saat ini bukan sarung yang dibutuhkan masyarakat.
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Meski demikian, pabrik miliknya tidak boleh berhenti produksi karena masih banyak karyawan. Meskipun hanya bekerja tiga hari dalam seminggu, Aep tetap menjalankan bisnisnya itu. Aep juga mengaku iri, dimana sektor usaha tekstil tidak mendapatkan subsidi selama pandemi COVID-19 ini dibandingkan sektor usaha lainnya.
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi
Pengusaha Tekstil dan Sarung Majalaya Menjerit di Tengah Pandemi