Picture Story

Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 17:30 WIB

Aceh - Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat para petani kopi arabika di daratan tinggi Gayo, Aceh. Meski penjualan menurun, produksi kopi masih tetap dijalankan

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Pandemi COVID-19 yang juga telah merambah dataran tinggi Gayo di Aceh tidak menyurutkan semangat para petani kopi arabika di daerah itu untuk terus meningkatkan produksi yang permintaannya kembali meningkat di pasar Internasional.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Tak dapat dipungkiri, sejak awal pandemi COVID-19 merebak jumlah ekspor kopi mengalami penurunan.   

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Namun demikian, permintaan konsumen di Singapura, Malaysia, Amerika Serikat dan beberapa negara Uni Eropa tetap ada meski jumlah permintaannya menurun.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Penurunan permintaan di pasar nasional dan internasional itu tidak menyurutkan asa para petani di dataran tinggi Gayo Kabupaten Aceh Tengah untuk memanen, menjemur dan memilah biji kopi berkualitas ekspor meski harga jual yang terus turun dari Rp110 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Para petani tetap yakin kopi Gayo tetap banyak peminatnya meski harga turun hingga 50 persen.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Pemerintah daerah pun tidak berpangku tangan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan semangat dan dukungan terhadap para petani di dataran tinggi Gayo. Salah satunya dengan meningkatkan promosi.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada saat masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dalam rapat virtual dengan para Wali Kota dan Bupati pada 20 Juli 2020 lalu mengatakan Pemerintah Pusat tidak tinggal diam melihat kondisi petani dan hasil produksi kopi Gayo yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.  

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Nova Iriansyah menyebutkan pemerintah bakal membeli kopi Gayo melalui skema BUMN ataupun swasta.   

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Kini harapan tersebut masih tertanam di hati para petani, sambil menunggu pihak perbankan dapat memberikan keringanan kredit modal usaha kepada pihak koperasi dan petani kopi.  

Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi
Eksistensi Petani Kopi Arabika Gayo Kala Pandemi