Foto Bisnis

Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh

Agus Setyadi - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 17:09 WIB

Aceh Tengah - Pembangunan PLTA Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah ditargetkan rampung pada 2023. Total investasi untuk PLTA kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

detikcom diajak PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh untuk melihat langsung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Ai (PLTA) di Desa Remeson, Kecamatan Sili Nara, Aceh Tengah. Untuk menuju ke lokasi dibangun turbin di power house 1, harus melewati terowongan sejauh satu kilometer.  

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Perjalanan dapat ditempuh dengan mobil. Terowongan itu dibikin pada kedalaman sekitar 120 meter dari permukaan tanah. Di dalam power house 1 tampak sejumlah pekerja sedang mengelas dan mengecor tempat dibangun turbin.  

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Proyek pembangunan PLTA itu dimulai kembali pada 2011 lalu. Proyek tersebut menggunakan terowongan untuk mengalirkan air dari Danau Laut Tawar ke mesin turbin.  

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Menurut General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Abdul Mukhlis, proyek tersebut telah beberapa kali dilakukan redesain karena disebabkan faktor alam seperti gempa.   

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Saat ini terowongan yang dibangun dipastikan aman untuk dilewati karena telah dicor serta dipasang besi.  

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Mukhlis berharap, setelah PLTA Peusangan 1 dan 2 beroperasi di 2023, ekonomi di Aceh terus tumbuh sehingga permintaan listrik akan meningkat. Saat ini, listrik di Sumatera menggunakan sistem interkoneksi sehingga dapat disalurkan hingga ke luar Aceh.  

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah, Aceh ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Total nilai investasi untuk pembangkit listrik kapasitas 88 megawatt itu sebesar Rp 5 triliun.

Asisten Manajer Teknik PLTA Peusangan, Rahadiarta Wirawibawa, mengatakan, progres pembangunan PLTA Peusangan telah mencapai 84 persen. Pembiayaan pembangunan PLTA bersumber dari pinjaman JICA sebesar 80 persen dan sisanya dari dana PLN.  

Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh
Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh
Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh
Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh
Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh
Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh
Mengintip Proyek PLTA Rp 5 Triliun di Aceh