Foto Bisnis

Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Agung Pambudhy - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 13:10 WIB

Bekasi - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Pekerja melakukan proses pembangunan kereta cepat di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah menjadi sorotan karena biayanya mengalami pembengkakan. Dalam perjalanannya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa dikatakan tak sepi dari pemberitaan, bahkan sebelum proyek ini ini dimulai. Salah satu hal yang menyita perhatian ialah mengenai pihak China yang terlibat dalam proyek ini.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Mega proyek ini sebenarnya sudah digagas di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rencana proyek itu pun bergulir hingga era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Awalnya pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memang melakukan studi kelayakan dengan Japan Internasional Corporation Agency (JICA).

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Studi saat itu dilakukan untuk membangun kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, dengan jarak sepanjang 748 km. Nantinya, kereta diproyeksi bisa menempuh jarak tersebut dalam waktu 5,5 jam dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer. Dana untuk melakukan studi tersebut ditalangi oleh JICA. Proses studi kelayakan pun dimulai pada awal 2014. Besaran dana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya pun diperkirakan mencapai Rp 100 triliun. 

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Setelah melalui berbagai pertimbangan baik ekonomi maupun politik, akhirnya pemerintah memutuskan untuk membangun kereta cepat secara bertahap. Pemerintah memutuskan untuk membangun dengan rute Jakarta-Bandung terlebih dahulu sepanjang 150 km yang nilai awal proyeknya senilai Rp 67 triliun. Pemerintah pun membuka lelang terbuka bagi negara-negara yang tertarik proyek itu. Kemudian, masuklah China sebagai tandingan Jepang yang sudah menyatakan minatnya terlebih dahulu.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Jepang menawarkan pinjaman proyek dengan masa waktu 40 tahun berbunga hanya 0,1% per tahun dengan masa tenggang 10 tahun, padahal sebelumnya bunga yang ditawarkan Jepang sampai 0,5% per tahun. Usulan terbaru juga menawarkan jaminan pembiayaan dari pemerintah Jepang dan meningkatkan tingkat komponen produk dalam negeri Indonesia. Sementara itu, proposal penawaran China menawarkan pinjaman dengan bunga lebih tinggi namun jangka waktu lebih panjang. China menawarkan proposal terbaiknya dan menawarkan pinjaman sebesar US$ 5,5 miliar dengan jangka waktu 50 tahun dan tingkat bunga 2% per tahun. Indonesia kemudian menunjuk Boston Consulting Group untuk mengevaluasi penawaran dari kedua negara tersebut dan segera mengumumkan pemenangnya. 

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Akhirnya pemerintah memilih China untuk menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Salah satu alasannya lantaran pihak Jepang tidak mau jika tidak ada jaminan dari pemerintah, sementara China siap menggarap dengan skema business to business tanpa ada jaminan dari pemerintah. Proyek ini pun akhirnya digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema business to business. Pada 21 Januari 2016 proyek ini dimulai dengan dilakukan groundbreaking oleh Jokowi di Perkebunan Mandalawangi Maswati, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat.  

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tengah disorot karena biaya pembangunannya membengkak. Yuk, lihat lagi perjalanan proyek ini yang ditargetkan rampung 2022.

Namun, dua tahun berselang mega proyek ini tak kunjung menunjukan perkembangan yang berarti. Bukan hanya itu, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung juga disorot karena kebakaran pipa di Tol Padalarang di 2019 lalu. Kala itu, Pertamina menyatakan telah meminta kontraktor proyek KCIC berkoordinasi jika melakukan konstruksi di kawasan tersebut. Belakangan, biaya proyek ini disebut bengkak. Saat ini, kelebihan biaya tersebut sedang dihitung KCIC. Sementara, berdasarkan informasi yang diterima Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Agung Budi Waskito, proyek ini bengkak sekitar 20%. Dia menerangkan, WIKA merupakan salah satu pemegang saham terbesar di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI ini adalah pemegang 60% saham KCIC. Bengkaknya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memberikan dampak pada WIKA karena besarnya kepemilikan tersebut.

Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Lika-liku Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung