Foto Bisnis

Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi

Jalu Rahman Dewantara - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 19:32 WIB

Yogyakarta - Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit. Permintaan produk penutup kepala itu bahkan mengalami peningkatan yang signifikan pada Ramadan tahun ini. 

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Salah satunya dirasakan perajin peci asal Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Sarbini, 51. Ia mengatakan dibandingkan tahun lalu, permintaan peci buatannya pada Ramadan 1442 Hijriah ini jauh lebih banyak. Kenaikannya disebut-sebut mencapai 75 persen. 

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Pria yang sudah dua tahun menggeluti usaha pembuatan peci ini mengaku omzetnya pada Ramadan tahun ini meningkat tajam. Hingga pertengahan bulan puasa, ia bisa meraup sedikitnya Rp 10 juta.

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Dalam sehari Sarbini dibantu anak, istri dan satu pekerjanya mampu memproduksi sekitar dua kodi atau 40 buah peci dengan aneka motif. Mulai dari polos, corak bunga, kartun, hingga motif batik khas Kulon Progo yaitu Geblek Renteng. 

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Harga peci yang dipatok pun bervariasi mulai dari Rp 25.000 sampai yang paling mahal Rp 75.000.

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

arbini mengatakan peci buatannya dikirim ke berbagai daerah di DIY dan sekitarnya. Beberapa kali ia juga membuat pesanan untuk konsumen dari luar Jawa.

Setelah sempat terpuruk karena pendemi COVID-19, perajin peci di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlahan mulai bangkit.

Sarbini menjadi orang pertama yang berhasil menciptakan peci bermotif geblek renteng. Melalui peci tersebut, ia, ingin menunjukkan bahwa geblek renteng bisa dikreasikan ke produk-produk lain di samping kain batik. 

Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi
Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi
Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi
Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi
Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi
Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi
Perjuangan Perajin Peci Bertahan di Tengah Pandemi