Foto Bisnis

Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik

Jalu Rahman Dewantara - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 16:51 WIB

Kulon Progo - Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Sejumlah pekerja tengah memproduksi tahu di Sentra Industri Tahu, Dusun Wonobroto, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Senin (31/5/2021).

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Seperti diketahui, kenaikan harga kedelai impor membuat para perajin tahu putar otak agar tetap dapat bertahan dan beroperasi. Dawud, salah satu perajin tahu, memilih untuk memperkecil ukuran tahu yang dibuatnya.

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Dawud menjelaskan langkah mengurangi ukuran dilakukan agar usahanya bisa tetap untung, walaupun diakuinya margin keuntungan itu sangat tipis. 

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Cara ini menurutnya lebih aman dibanding menaikkan harga tahu. Jika harga produk ikut dinaikkan, ia khawatir pelanggan akan lari.   

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Dalam sehari Dawud bisa menghabiskan 50 kilogram kedelai impor dari Amerika untuk pembuatan tahu putih. Dengan berat itu, ia mampu memproduksi hingga 1.000 potong tahu. Adapun harga yang dijual bervarias, tergantung ukuran. Paling murah dihargai Rp 250 per potong dan paling mahal Rp 600 per potongnya.

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Ditemui terpisah Ketua Paguyuban Tahu Murni Wonobroto, Ponimin Harjono, mengatakan tingginya harga kedelai saat ini dikeluhkan oleh perajin tahu khususnya yang tinggal di kawasan sentra Industri tahu Sentolo. Terlebih di waktu yang sama harga minyak goreng dan plastik untuk mengemas produk tahu juga mengalami kenaikkan.   

Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tahu di Kulon Progo, DIY, harus putar otak agar tetap dapat bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tahu.

Ponimin tidak tahu pasti penyebab kenaikkan harga ini. Namun dari informasi yang ia peroleh kenaikan diduga disebabkan karena dampak pandemi virus Corona atau COVID-19. Adapun lanjut dia, kenaikan sudah terlihat sejak 2020 lalu, di mana harga saat itu masih berkisar Rp7.000 per kilogram. 

Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik
Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik
Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik
Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik
Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik
Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik
Duh, Ukuran Tahu di Kulon Progo Menciut Gegara Harga Kedelai Naik

Tag Terpopuler