Picture Story

Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan

Dok. Detikcom - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 08:15 WIB

Jakarta - Kereta jadi salah satu transportasi publik andalan warga Indonesia. Fasilitasnya yang kini kian memadai membuat wajah kereta api berbeda dari dulu dan saat ini.

KRL atau kepanjangan dari Kereta Rel Listrik memang menjadi transportasi favorit warga Jabodetabek untuk bepergian. Selain harganya yang murah, menggunakan KRL juga bisa lebih cepat sampai tujuan. Bisa dikatakan KRL Commuter Line menjadi solusi warga Jakarta untuk menghindari kemacetan. Dengan kondisi KRL yang nyaman serta bersih seperti sekarang, membuat orang berbondong-bondong pulang-pergi menggunakan KRL. Berikut perbedaan KRL dulu dan sekaran.

Begini penampakan before-after KRL di kawasan ibu kota. Dahulu, sejumlah warga yang tak memiliki tiket nekat menaiki atap kereta untuk dapat ikut menumpang perjalanan. Beragam upaya pun dilakukan guna mencegah para penumpang gelap di atas atap kereta api ini, mulai dari memasang kawat berduri di atap KRL hingga melakukan penertiban dan memperketat penjagaan di kawasan stasiun. Hilangnya para penumpang gelap di atap kereta itu pun terjadi saat PT KAI mengganti seluruh rangkaian KRL ekonomi dengan KRL ber-AC. Dok. Detikcom.

KRL dulu dan sekarang

Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat kereta tiba, petugas keamanan bersiaga di area stasiun untuk mengingatkan penumpang agar tidak melebihi garis kuning saat mengantre menaiki kereta. Istimewa/Dok. Detikcom.

KRL atau kepanjangan dari Kereta Rel Listrik memang menjadi transportasi favorit warga Jabodetabek untuk bepergian. Selain harganya yang murah, menggunakan KRL juga bisa lebih cepat sampai tujuan. Bisa dikatakan KRL Commuter Line menjadi solusi warga Jakarta untuk menghindari kemacetan. Dengan kondisi KRL yang nyaman serta bersih seperti sekarang, membuat orang berbondong-bondong pulang-pergi menggunakan KRL. Berikut perbedaan KRL dulu dan sekaran.

Dulu calon penumpang KRLĀ  juga kerap berebutan masuk gerbong meski kondisinya sudah penuh. Kini ada petugas yang mengatur, walau terkadang masih terjadi aksi desak-desakan. Dok. Detikcom.

KRL atau kepanjangan dari Kereta Rel Listrik memang menjadi transportasi favorit warga Jabodetabek untuk bepergian. Selain harganya yang murah, menggunakan KRL juga bisa lebih cepat sampai tujuan. Bisa dikatakan KRL Commuter Line menjadi solusi warga Jakarta untuk menghindari kemacetan. Dengan kondisi KRL yang nyaman serta bersih seperti sekarang, membuat orang berbondong-bondong pulang-pergi menggunakan KRL. Berikut perbedaan KRL dulu dan sekaran.

Tak hanya penumpang, para pedagang dulu diperbolehkan memasukkan barang dagangannya ke dalam KRL yang akhirnya bikin isi gerbong menjadi semrawut. Kini hanya penumpang yang boleh berada dalam gerbong. Dok. Detikcom.

KRL atau kepanjangan dari Kereta Rel Listrik memang menjadi transportasi favorit warga Jabodetabek untuk bepergian. Selain harganya yang murah, menggunakan KRL juga bisa lebih cepat sampai tujuan. Bisa dikatakan KRL Commuter Line menjadi solusi warga Jakarta untuk menghindari kemacetan. Dengan kondisi KRL yang nyaman serta bersih seperti sekarang, membuat orang berbondong-bondong pulang-pergi menggunakan KRL. Berikut perbedaan KRL dulu dan sekaran.

Dahulu kepadatan penumpang KRL tak hanya terlihat di atas atap kereta tetapi hingga ke sisi gerbong. Aksi berbahaya itu tak jarang memakan korban luka dan korban jiwa. Dok. Detikcom.

KRL atau kepanjangan dari Kereta Rel Listrik memang menjadi transportasi favorit warga Jabodetabek untuk bepergian. Selain harganya yang murah, menggunakan KRL juga bisa lebih cepat sampai tujuan. Bisa dikatakan KRL Commuter Line menjadi solusi warga Jakarta untuk menghindari kemacetan. Dengan kondisi KRL yang nyaman serta bersih seperti sekarang, membuat orang berbondong-bondong pulang-pergi menggunakan KRL. Berikut perbedaan KRL dulu dan sekaran.

Potret petugas KRL dulu dan sekarang. Dok. Detikcom.

KRL dulu dan sekarang

Tak dapat tempat duduk, pengguna KRL di era dulu banyak yang nekat naik ke bagian atapnya. Namun layanan KRL sekarang jauh lebih manusiawi. Dok. Detikcom.

KRL atau kepanjangan dari Kereta Rel Listrik memang menjadi transportasi favorit warga Jabodetabek untuk bepergian. Selain harganya yang murah, menggunakan KRL juga bisa lebih cepat sampai tujuan. Bisa dikatakan KRL Commuter Line menjadi solusi warga Jakarta untuk menghindari kemacetan. Dengan kondisi KRL yang nyaman serta bersih seperti sekarang, membuat orang berbondong-bondong pulang-pergi menggunakan KRL. Berikut perbedaan KRL dulu dan sekaran.

Penampakan karcis tiket kereta zaman dahulu hingga kini menggunakan tiket Kartu Multi Trip (KMT). Saat ini penumpang juga bisa menggunakan kartu e-money berbagai bank untuk mengakses KRL. Dok. Detikcom.

KRL dulu dan sekarang

Dahulu calon penumpang bisa seeanaknya menyeberang lintasan kereta api. Sekarang lintasan KRL di buat steril dan teratur. Dok. Detikcom.

KRL dulu dan sekarang

Dengan beragam perubahan yang terjadi di KRL, apakah KRL saat ini sudah lebih baik atau masih perlu sejumlah perbaikan lagi di sana-sini? Bagaimana menurut anda? Dok. Detikcom.

Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan
Kereta Api Dulu dan Kini, Tak Lagi Bau Pesing-Stasiun Bebas Asongan