Foto Bisnis

Transformasi Digital, UMKM Labuan Bajo Rambah Pasar Global

dok. BPOLBF - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 11:43 WIB

Labuan Bajo - Transformasi digital jadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif (Parekraf) Labuan Bajo untuk merambah pasar global

Transformasi digital jadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif (Parekraf) Labuan Bajo untuk merambah pasar global.

Hingga kini, sebanyak 14 juta dari 64 juta UMKM di Indonesia telah bertransformasi ke platform digital. Jumlah itu dipastikan akan terus meningkat sehingga akan  menciptakan pelaku-pelaku UMKM yang produktif dan berdaya saing.
Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina mengatakan, hingga kini sebanyak 14 juta dari 64 juta UMKM di Indonesia telah bertransformasi ke platform digital. Jumlah itu dipastikan akan terus meningkat sehingga akan  menciptakan pelaku-pelaku UMKM yang produktif dan berdaya saing.  
 
Transformasi digital jadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif (Parekraf) Labuan Bajo untuk merambah pasar global.

Hingga kini, sebanyak 14 juta dari 64 juta UMKM di Indonesia telah bertransformasi ke platform digital. Jumlah itu dipastikan akan terus meningkat sehingga akan  menciptakan pelaku-pelaku UMKM yang produktif dan berdaya saing.
Pada tahun 2020, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai   61,07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Selain itu, kontribusi UMKM bagi  perekonomian nasional juga meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada dan menghimpun hingga 60,4% dari total investasi. Digitalisasi akan menciptakan pelaku UMKM produktif berdaya saing tinggi, yang menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi nasional. Tekad itu pula yang menciptakan  etalase digital untuk produk-produk industri kreatif agar dapat memajukan UMKM di Labuan Bajo.
Transformasi digital jadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif (Parekraf) Labuan Bajo untuk merambah pasar global.

Hingga kini, sebanyak 14 juta dari 64 juta UMKM di Indonesia telah bertransformasi ke platform digital. Jumlah itu dipastikan akan terus meningkat sehingga akan  menciptakan pelaku-pelaku UMKM yang produktif dan berdaya saing.
Ia mengatakan, pada masa pandemi Covid-19, pelaku UMKM setempat menghadapi kendala serius, khususnya dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan, karena jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah itu turun signifikan selama masa pandemi. BPOLBF terus berinovasi dan memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM  untuk bertransformasi ke sistem digital. Sebab, masih banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkan akses digital untuk menjual produk-produknya.
Transformasi Digital, UMKM Labuan Bajo Rambah Pasar Global
Transformasi Digital, UMKM Labuan Bajo Rambah Pasar Global
Transformasi Digital, UMKM Labuan Bajo Rambah Pasar Global