Foto Bisnis

Perajin Cobek dari Lereng Muria Bertahan di Tengah Pandemi

Dian Utoro Aji - detikFinance
Kamis, 16 Sep 2021 21:30 WIB

Kudus - Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jateng dikenal dengan sentra kerajinan cobek batu. Perajin cobek masih bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jateng dikenal dengan sentra kerajinan cobek dari batu. Perajin cobek masih bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Pantauan di lokasi suara desingan batu yang digergaji begitu keras. Tampak dua pria sedang membelah sejumlah batu untuk dijadikan cobek. Dua pria itu pun tampak lincah membuka skema cobek. Mereka juga cekatan membuat cobek dengan mesin gerinda.

Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jateng dikenal dengan sentra kerajinan cobek dari batu. Perajin cobek masih bertahan di tengah pandemi COVID-19.

"Ya pasti ekonomi masyarakat ya membeli terasa banget. Kita rata-rata sebulan menghabiskan 2 mobil pikap (bermuatan batu andesit), setelah pandemi menghabiskan 1 pikap," kata perajin cobek batu, Supriyadi ditemui di lokasi, Kamis (16/9/2021).

Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jateng dikenal dengan sentra kerajinan cobek dari batu. Perajin cobek masih bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Supri menjelaskan batu yang telah dibelah kemudian dibuat skema cobek. Kemudian menggunakan mesin gerinda untuk membuat cobek. Batu yang digunakan berjenis andesit.

Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jateng dikenal dengan sentra kerajinan cobek dari batu. Perajin cobek masih bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Harga satu cobek dan ulekan bervariasi. Berkisar dari Rp 30 ribu sampai dengan Rp 450 ribu. Pemasaran cobek batu di sekitar Kabupaten Kudus. Para perajin mengaku omset yang didapatkan hingga Rp 10 juta sebulan.  

Perajin Cobek dari Lereng Muria Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Cobek dari Lereng Muria Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Cobek dari Lereng Muria Bertahan di Tengah Pandemi
Perajin Cobek dari Lereng Muria Bertahan di Tengah Pandemi